MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang menyoroti pentingnya dakwah digital Islam rahmatal lil alamin di era disrupsi digital.
Ketua ISNU Kota Semarang, Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, mengatakan para sarjana NU perlu mengambil peran di tengah isu-isu global yang hari ini sedang berkembang, seperti konflik di Timur Tengah.
“Para sarana NU perlu menjaga kondusivitas kehidupan sosial-keagamaan di masyarakat dengan melakukan dakwah Islam rahmatal lil ‘alamin di dunia digital,” ujarnya seusai mengikuti Konfercab, Minggu (9/6/2024).
Syamsul Ma’arif melanjutkan, isu global lain seperti krisis lingkungan juga perlu mendapat perhatian.
“Hari ini kita perlu menambahkan satu ukhuwah selain ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariah, yaitu ukhuwah kauniyah atau persaudaraan alam semesta,” imbuhnya.
Dalam Konfercab tersebut, ISNU mencetuskan beberapa poin rekomendasi untuk Pemerintah Kota Semarang.
Salah satunya meminta pemerintah agar terus menjaga keberagaman dan perdamaian yang selama ini sudah berjalan baik di Kota Semarang.
Ketua PW ISNU Jawa Tengah Dr. Fakhrudin Aziz menambahkan, sarjana NU memiliki potensi besar yang bisa dioptimalkan dengan baik.
“NU memiliki sumber daya manusia yang melimpah,” tuturnya.
Ke depan, katanya, ISNU akan melakukan pendataan para sarjana NU dari berbagai latar belakang keilmuan untuk memetakan potensi.
Sehingga, kelak peran ISNU akan tersebar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Sebagai informasi, Konfercab ISNU Kota Semarang tahun 2024 ini kembali menetapkan Prof. Dr. Syamsul Ma’arif sebagai ketua. (bhq)