MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Bisa jadi geger Geden! Banyak pejabat terindikasi titip anaknya dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 di Kota Semarang.
Perilaku tidak terpuji ini terendus oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Doidapati keterangan adanya sejumlah pejabat yang berusaha menitipkan anak-anak mereka dalam proses (PPDB) 2024.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai integritas dan transparansi dalam sistem penerimaan siswa baru di kota tersebut.
Praktik titip-menitip ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses PPDB yang seharusnya berjalan secara adil dan berdasarkan prestasi serta ketentuan yang berlaku.
Pihak dinas berkomitmen untuk menegakkan aturan dan memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama tanpa adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu.
Mengutip kompas.com, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menyebut sejumlah pejabat ingin menitipkan anaknya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2024.
Sekretaris PPDB Disdik Kota Semarang Fajriah mengatakan, pejabat tersebut melobi dirinya saat pendaftaran PPDB di tingkat sekolah dasar atau SD.
“Insyaallah kami bersih. Siapapun akan kita perlakukan sama,” jelas Fajriah saat dikonfirmasi wartawan.
Dia menegaskan, semua oknum yang berusaha menitipkan anaknya dalam PPDB Kota Semarang tak ada yang berhasil. Tak terkecuali pejabat.
“Ya namanya berusaha banyak jalan menuju Roma. Tapi kan tak ada yang berhasil satupun,” paparnya.
Untuk itu, dia enggan mendata siapa saja pejabat yang ingin menitipkan anaknya agar bisa masuk di sekolah yang diinginkan.
“Kalau pejabat kita tak mendata. Pokoknya kalau datang maksudnya itu (menitipkan anak), langsung kita tolak,” ucap dia.
Modus yang dilakukan calon wali murid untuk menitipkan anaknya pun bermacam-macam. Mulai dari mengirimkan pesan WhatsApp, menelepon, hingga bertemu tatap muka di Posko PPDB.
“Sampai detik ini kami tidak terima satu pun, rekomendasi dari siapa pun, tidak akan kami loloskan,” katanya. (**)