Sabtu, April 18, 2026

Terungkap, Password PDN Cuma Sangat Mudah Dibobol, Cuma Butuh Waktu 11 Detik

MELIHAT INDONESIA – Password yang digunakan untuk mengakses data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Pusat Data Nasional (PDN) Sementara sangat mudah dibobol.

Untuk mengakses data ke server PDN Sementara, password yang digunakan adalah Admin#1234.

Menurut situs penyedia layanan password manager, NordPass, kata “admin” dan angka “12345”, termasuk kombinasinya, termasuk dalam password yang banyak dipakai dan mudah dibobol.

Untuk meretas password semacam “admin12345”, hacker hanya butuh waktu sekitar 11 detik saja.

Diketahui, dokumen yang berisi kredensial berupa username dan password untuk mengakses server Pusat Data Nasional (PDN) Sementara tersebar di internet.

Diduga itulah sumber kebocoran dari insiden peretasan dan ransomware ke server PDN.

Untuk Indonesia, password semisal “Admin#1234” (kombinasi kata admin dan angka urut) masuk dalam urutan ke-14 paling banyak dipakai.

Modifikasi dengan huruf kapital dan karakter unik butuh waktu sedikit lama, misal password “admin@123” yang menurut NordPass, berada di urutan 55 paling sering dipakai di dunia.

Hacker hanya butuh waktu 34 menit untuk membobolnya.

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto mengeklaim pemerintan telah menemukan pihak internal yang dianggap bersalah, sehingga menyebabkan PDNS 2 diserang ransomware LockBit 3.0.

“Dari hasil forensik pun kami sudah bisa mengetahui bahwa siapa user yang selalu menggunakan password-nya dan akhirnya terjadi permasalahan-permasalahan yang sangat serius ini,” kata Hadi usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024).

Sementara Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Pangerapan, mengatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran seputar adanya orang dalam yang membocorkan dokumen internal Kominfo.

“Saya memastikan untuk saat ini kami tengah melakukan investigasi terkait adanya dugaan tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Semmy ini di sela-sela konferensi pers pengunduran dirinya, di kantor Kementerian Kominfo, Kamis (4/7/2024).

“Yang melakukan investigasi itu ada BSSN, lalu pihak Cyber Crime juga ikut bekerja melakukan investigasi,” imbuh Semmy.

Meski demikian, Semmy tidak mengumbar kapan proses investigasi ini akan berlangsung.

Ia juga tak mengkonfirmasi apakah data-data yang ada di dalam dokumen akses PDNS yang tersebar di Scribd tersebut akurat atau tidak.

Namun yang jelas, Semmy tidak bisa memantau proses investigasi ini, lantaran pengunduran dirinya saat ini sedang diproses dan ia nantinya tak akan menjabat di Kominfo lagi. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.