Rabu, Juni 24, 2026

Hati-Hati! Bahaya Merendahkan Orang Lain Meski Sudah Alim

MELIHAT INDONESIA – Sering kali, orang yang merasa hebat dan alim terjebak dalam perangkap merendahkan orang lain, meskipun memiliki pengetahuan atau pencapaian yang mengesankan. Sikap merasa lebih unggul ini dapat memunculkan sombong dan penilaian negatif terhadap orang lain, bertentangan dengan ajaran agama yang menekankan pentingnya kerendahan hati dan saling menghargai.

KH Yahya Zainul Ma’arif, atau Buya Yahya, mengingatkan pentingnya menghindari sikap merendahkan dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube @Andhap_asor. Dalam video tersebut, Buya Yahya mengingatkan agar kita waspada ketika merasa diri hebat dan cenderung memandang rendah orang lain.

“Hati-hati jika Anda merasa hebat dan memandang rendah orang lain,” tegas Buya Yahya. Ia menekankan bahwa meskipun seseorang sangat ahli dalam ibadah atau kesalehan, jika ia merendahkan orang lain, itu bisa menjadi bahaya bagi dirinya sendiri.

Buya Yahya menjelaskan bahwa perasaan hebat dan kesalehan seseorang tidak boleh menjadikannya merasa lebih unggul dari orang lain. “Sehebat apapun diri Anda, jika Anda merendahkan hamba Allah, apapun statusnya, ini bisa berdampak negatif pada diri Anda,” jelasnya.

Menurutnya, memandang rendah orang lain dapat membuat seseorang direndahkan oleh Allah. “Awas jika Anda memandang mereka dengan pandangan merendahkan. Ini bisa menjadi sebab Anda akan direndahkan oleh Allah,” peringatannya.

Ia menegaskan bahwa sikap sombong dan merasa lebih baik dari orang lain tidak membawa manfaat. “Sombong hanya akan menjauhkan kita dari keberkahan Allah,” ungkapnya.

Buya Yahya juga menekankan bahwa setiap hamba Allah memiliki hak yang sama untuk dihargai. “Apapun latar belakang atau kesalahan seseorang, mereka tetap hamba Allah yang patut dihargai. Merendahkan mereka tidak akan pernah dibenarkan,” ujarnya.

Merendahkan orang lain sering kali berkaitan dengan sifat sombong, yang sangat dibenci Allah. “Jika seseorang merasa dirinya lebih baik dari yang lain, ini adalah tanda kesombongan yang harus dihindari,” tambahnya.

Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga sikap agar tidak terjebak dalam perasaan superioritas. “Jangan biarkan perasaan hebat membuat Anda merasa lebih dari orang lain. Ingatlah bahwa semua manusia memiliki kelemahan dan kekurangan masing-masing,” katanya.

Buya Yahya mengajak umat Islam untuk lebih fokus pada perbaikan diri ketimbang merendahkan orang lain. “Alihkan energi Anda untuk memperbaiki diri dan memperdalam ibadah, daripada menghabiskan waktu dengan memandang rendah orang lain,” jelasnya.

Dalam video tersebut, Buya Yahya juga menekankan bahwa sikap rendah hati adalah kunci meraih keridhaan Allah. “Dengan bersikap rendah hati, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah dan merasakan kebahagiaan sejati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa amal kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus dan rendah hati akan lebih dihargai oleh Allah. “Ibadah yang dilakukan dengan kesadaran dan rendah hati akan mendapatkan balasan yang lebih baik,” ungkapnya.

Buya Yahya berharap pesan ini menjadi pengingat bagi setiap orang untuk menjaga sikap dan menjauhi perasaan merendahkan orang lain. “Semoga kita semua bisa memahami pentingnya sikap rendah hati dan menjauhi sombong dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Sebagai penutup, Buya Yahya mengajak semua umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas diri tanpa merasa lebih baik dari orang lain. “Dengan cara ini, kita bisa hidup dalam harmoni dan mendapatkan keridhaan Allah dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.