MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kalimah, yang dalam bahasa Arab disebut kalam, memiliki pengertian mendalam dalam konteks Islam. Kalimah diartikan sebagai lafadz yang tersusun dan bermakna dalam bahasa Arab, seperti yang dijelaskan dalam kitab Matn al-Jurumiyah. Di dalam ajaran Islam, kalimah bukan sekadar kata-kata, melainkan memiliki kekuatan yang luar biasa.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim, seorang ulama asal Rembang yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, menjelaskan tentang keagungan kalimah dalam sebuah ceramah. Pandangannya mengenai kalimah menarik perhatian banyak pihak, terutama dalam hal kekuatan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @Khovilipm03official, Gus Baha mengungkapkan bahwa dari zaman Nabi Adam hingga hari kiamat, tidak ada satu pun kata yang bisa menandingi kekuatan kalimah. Kalimah bukan sekadar kata biasa, tetapi mengandung kekuatan yang mampu menggerakkan langit dan bumi.
Menurut Gus Baha, kekuatan kalimah ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia memberikan contoh sederhana tentang bagaimana sebuah kalimat dapat memberikan dampak yang sangat berbeda tergantung pada makna dan ketulusannya. “Jika istri Anda mengucapkan ‘berangkatlah dengan selamat’ sebelum Anda bekerja, rasanya akan sangat berbeda dibandingkan hanya mengatakan ‘berangkat’,” ujar Gus Baha.

Ia menekankan bahwa kalimah yang disertai doa atau harapan baik memiliki daya yang mampu memberikan ketenangan dan semangat kepada pendengarnya. Kalimah yang dilafazkan dengan penuh ketulusan, menurut Gus Baha, memiliki kekuatan luar biasa karena terhubung langsung dengan Allah.
Lebih lanjut, Gus Baha menyebut bahwa ketika seseorang melafazkan kalimah yang benar, seluruh alam semesta mendukung kalimah tersebut. “Langit, bumi, malaikat, semuanya mengamini kalimah yang benar,” jelasnya. Ini menandakan betapa besar kekuatan kalimah dalam pandangan spiritual Islam.
Salah satu contoh kalimah yang sangat penting dalam Islam adalah Al-Fatihah. Gus Baha menjelaskan bahwa ketika Al-Fatihah dilafazkan dengan benar, seluruh makhluk turut mendukungnya. “Al-Fatihah itu seperti jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah,” tambahnya.
Selain dalam ibadah, kekuatan kalimah juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Gus Baha menyebut bahwa doa yang dilafazkan dengan keyakinan dapat memberikan ketenangan hati dan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Ia menegaskan bahwa kalimah yang diucapkan dengan penuh keikhlasan akan selalu didengar dan didukung oleh Allah.
Gus Baha juga mengajak umat Islam untuk lebih memperhatikan setiap kalimah yang mereka ucapkan. Menurutnya, kalimah yang baik akan mendatangkan kebaikan, sedangkan kalimah yang buruk dapat mendatangkan keburukan. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga lisan dan mengucapkan kata-kata yang baik.
Selain itu, Gus Baha menegaskan pentingnya memahami makna dari setiap kalimah yang dilafazkan dalam ibadah. Ia percaya bahwa pemahaman yang baik terhadap kalimah akan memperkuat hubungan spiritual seseorang dengan Allah dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.
Dalam penutupan ceramahnya, Gus Baha memberikan nasihat kepada umat Islam agar senantiasa menjaga kalimah yang mereka ucapkan, baik dalam doa maupun percakapan sehari-hari. Ia meyakini bahwa dengan menjaga lisan dan menguatkan kalimah yang baik, umat Islam akan mendapatkan kekuatan spiritual yang luar biasa.
Kisah-kisah dan ajaran Gus Baha mengenai kalimah ini diharapkan dapat membuka kesadaran umat Islam tentang betapa pentingnya menjaga lisan dan selalu mengucapkan kalimah yang baik. Gus Baha berharap umat Islam semakin memahami kekuatan spiritual yang terkandung dalam setiap kata yang mereka ucapkan, sehingga dapat membawa kebaikan dalam hidup mereka. (**)