MELIHAT INDONESIA, SURABAYA – Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menjadi saksi kehadiran empat kapal perang Rusia yang bersandar dengan gagah. Bukan pemandangan sehari-hari, armada ini tiba untuk mengikuti latihan gabungan bersama TNI Angkatan Laut dalam Latma Orruda 2024, yang akan berlangsung dari 4 hingga 8 November.
Armada Rusia membawa kekuatan besar, terdiri dari korvet RFS Gromky dan RFS Aldar Tsydenzhapov, fregat RFS Rezkiy, dan kapal tanker RFS Pechenga. Tak hanya itu, mereka juga membawa helikopter KA-27 dan kapal tunda penyelamat Alatau, menunjukkan keseriusan mereka dalam latihan ini. Kedatangan mereka disambut dengan upacara yang dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Arya Delano, Komandan Lantamal V Surabaya.
“Latihan ini adalah wujud hubungan erat antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Rusia,” ujar Arya Delano dalam sambutannya. Ia didampingi Letkol Laut (P) Rivo Havilland, Wakil Komandan Satgas Latma Orruda 24, yang turut memberikan penjelasan tentang kegiatan tersebut.
Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko, Kadispen Koarmada II TNI AL, menuturkan bahwa latihan bersama ini akan terdiri dari dua fase, yaitu fase pangkalan dan fase laut. “Empat kapal dari Angkatan Laut Rusia telah bersandar di Dermaga Jamrud Utara. Latihan ini bertujuan mempererat kerja sama dan meningkatkan kemampuan prajurit kedua negara,” jelasnya.

Captain Aleksei Antsiferov, perwakilan Angkatan Laut Rusia, mengungkapkan harapannya terhadap Latma Orruda 24. “Ini adalah peluang luar biasa untuk menguji kesiapan armada dan bertukar pengalaman dengan TNI AL,” katanya. Menurutnya, latihan ini bukan hanya ajang militer, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan persahabatan antara prajurit Indonesia dan Rusia.
Latma Orruda 2024 merupakan latihan perdana hasil dari kesepakatan Navy-to-Navy Talk pada 2018. TNI AL mengerahkan dua kapal perang utama, KRI I Gusti Ngurah Rai-368 dan KRI Frans Kaisiepo-368, serta helikopter anti-kapal selam AS565 MBe Panther, untuk mengimbangi kehadiran armada Rusia.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan koordinasi militer, tetapi juga memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Rusia di kawasan. Dalam latihan ini, kedua pihak akan menghadapi berbagai skenario tempur di perairan sekitar Surabaya, menantang keterampilan dan strategi masing-masing.
Latihan ini tak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan, tetapi juga bukti nyata bahwa diplomasi pertahanan tetap menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas kawasan. (**)