Kamis, April 30, 2026

Festival Kentongan Purbalingga, Perayaan Budaya yang Memikat Ribuan Penonton

MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Ribuan pasang mata terpesona oleh irama khas kentongan yang menggema di Alun-alun Purbalingga, Minggu malam (29/12/2024). Festival Kentongan, yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Ke-194 Kabupaten Purbalingga, berhasil menyatukan warga dalam semangat kebudayaan lokal.

“Acara ini tidak hanya sebagai hiburan gratis untuk masyarakat, tetapi juga wujud upaya kami untuk nguri-uri budaya lokal. Kesenian Tek-tek atau Kentongan ini memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Purbalingga,” ujar Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat membuka acara.

Iringan Irama dari Jalan Hingga Panggung Kehormatan

Festival ini menjadi magnet bagi warga yang tengah menikmati libur sekolah. Dimulai dari GOR Mahesa Jenar, delapan grup kentongan melintasi Jalan Jenderal Soedirman, menyuguhkan harmoni yang menghentak hingga puncaknya di panggung kehormatan di sisi selatan Alun-alun.

Acara dimulai dengan suguhan dua tari pembuka, yakni Tari Limbasari dari Sanggar Puri Beksa dan Tari Kreasi Seblak Remong dari Sanggar Sekar Periang. Penampilan ini semakin menghidupkan suasana sebelum irama kentongan mengambil alih malam penuh semangat itu.

Didukung oleh DBHCHT dan Kampanye Sosial

Festival Kentongan 2024 ini terselenggara dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Selain mempromosikan seni tradisional, acara ini juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat untuk memberantas rokok ilegal melalui kampanye “Gempur Rokok Ilegal.”

“Melalui festival ini, kami juga ingin menyampaikan pesan edukatif sambil menghibur masyarakat,” tambah Bupati Dyah.

Pertarungan Kreativitas dari 8 Grup Kesenian

Delapan grup kesenian dari Purbalingga dan Banyumas tampil memukau, yakni Pantek Laksus, Bambu Wulung, Harmoni Suara Serayu, Krida Kukila, Swara Junior Percussion, Valente, Irama Sabuk Wulung, dan Citra Nada. Dengan total hadiah Rp 12,5 juta, kompetisi ini memacu kreativitas para peserta untuk memberikan yang terbaik.

“Kami bangga dengan antusiasme peserta yang tidak hanya mempertahankan, tetapi juga mengembangkan seni kentongan menjadi sesuatu yang luar biasa,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi.

Para Jawara dan Gemuruh Tepuk Tangan

Di akhir acara, grup kentongan Citra Nada berhasil merebut gelar Juara 1. Irama Sabuk Wulung menyusul sebagai Juara 2, dan Valente di posisi Juara 3. Sementara itu, Swara Junior Percussion, Krida Kukila, dan Harmoni Suara Serayu masing-masing menyabet gelar Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3.

Sorak-sorai penonton mengiringi pengumuman pemenang, menutup malam penuh warna dengan kebanggaan akan budaya lokal yang terus hidup dan berkembang. Festival Kentongan Purbalingga tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol persatuan dan kekayaan tradisi yang patut dijaga oleh generasi mendatang. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.