Meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat pada Senin (23/6) berdampak langsung pada operasional penerbangan haji ke Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) mengonfirmasi bahwa dua kelompok terbang (kloter) jemaah haji terpaksa ditunda kepulangannya akibat eskalasi politik di Timur Tengah.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menjelaskan di Makkah pada Selasa (24/6/2025) bahwa penerbangan dua kloter tersebut sempat ditunda atau dibatalkan. “Alhamdulillah jemaahnya sekarang sudah ditempatkan di hotel-hotel di Jeddah,” ujarnya, menegaskan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama pemerintah.
Sekitar 700 jemaah haji dari kloter SUB 43 dan 44 menjadi pihak yang terdampak penundaan ini. Para jemaah tersebut sudah tiba di Bandara Jeddah dan sedang menunggu jadwal penerbangan terbaru dari maskapai Saudia Airlines. Penundaan terjadi setelah Iran melancarkan serangan ke Pangkalan Militer Amerika Serikat di Qatar pada Senin (23/6), menyusul serangan terhadap fasilitas nuklirnya oleh AS. Insiden ini memicu pembatalan penerbangan dari berbagai maskapai.
Meskipun demikian, Hilman Latief memastikan bahwa penerbangan haji selanjutnya dapat tetap berjalan sesuai jadwal. Hal ini karena banyak maskapai yang digunakan oleh Indonesia memilih jalur melalui Oman, yang dinilai masih aman. “Sehingga penerbangan selanjutnya kita tetap sesuai schedule tapi ada 2 yang tertunda Insyaallah akan kita berangkatkan secepatnya,” kata Hilman.
Situasi di Timur Tengah disebut Hilman dapat berubah dengan cepat. Ia berharap agar seluruh penerbangan jemaah haji ke Indonesia dapat berjalan lancar. “Mudah-mudahan secepatnya lah, Insyaallah jemaahnya sudah aman di hotel,” pungkasnya.