Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bertemu dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025), guna membahas upaya memperkuat toleransi antarumat beragama.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai langkah-langkah strategis membangun harmoni antarkomunitas dalam kehidupan berbangsa.
Pigai menekankan bahwa pendekatan yang dibangun Menag bukanlah hal yang bersifat sementara atau bertahap, melainkan fundamental dan menyentuh akar persoalan.
Salah satu upaya yang disorot adalah pengembangan kurikulum cinta, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai peradaban, solidaritas, dan persatuan sejak dini.
Menurut Pigai, bila kurikulum ini dijalankan secara masif dan konsisten, Indonesia berpotensi mengalami “surplus toleransi” dan “surplus penghormatan” antarumat beragama di masa depan.
Ia juga mengakui masih ada persoalan terkait kebebasan beragama di Indonesia, namun menilai sebagian besar bersifat kasuistik dan tetap mendapat perhatian.
Pentingnya membangun fondasi peradaban yang menjunjung harmoni dan penghargaan terhadap keragaman dinilai sebagai kunci menjaga keberlangsungan Indonesia sebagai bangsa majemuk.