Acara peluncuran buku berjudul Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifauzia Tyassuma, yang sedianya digelar di Ruang Nusantara, UC Hotel UGM, mendadak dibatalkan oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (18/8/2025).
Menurut pihak kampus, panitia awalnya mengajukan izin penggunaan ruangan untuk kegiatan akademik. Namun setelah dicek, isi acara dianggap memiliki muatan politik karena membahas langsung isu ijazah Presiden Joko Widodo.
“Setelah kami cek, ternyata acara tersebut memiliki muatan politis dan tidak sesuai proposal awal. Maka kami tidak mengizinkan penggunaan fasilitas di UGM,” ujar Kepala Kantor Humas UGM, I Made Andi Arsana, dikutip dari CNN Indonesia.
Meski begitu, Roy Suryo dan tim tetap melanjutkan soft launching secara mandiri di area Coffee Shop UC UGM, sekitar pukul 13.30 WIB. Acara tersebut dihadiri sejumlah akademisi, aktivis, serta simpatisan.
Tak berselang lama setelah acara dimulai, AC dan lampu ruangan tiba-tiba mati. Situasi tersebut membuat ruangan gelap dan panas. Sejumlah tamu sempat berdiri dan menyorot ke arah panel listrik.
“Barusan kita melihat sendiri, listrik dan AC langsung mati. Ini bukan kebetulan. Ada tangan-tangan jahat,” ucap Roy Suryo di hadapan undangan.
Walaupun sempat terganggu, acara tetap dilanjutkan hingga selesai tanpa insiden lanjutan.
Apa Isi Buku Jokowi’s White Paper?
Buku setebal 689 halaman tersebut berisi rangkuman perjalanan polemik ijazah Presiden Joko Widodo.
Roy Suryo mengklaim bahwa salah satu kesimpulan utama buku tersebut adalah “skripsi Presiden Jokowi tidak otentik dan tidak mungkin menghasilkan dokumen ijazah asli”.
“Ini bukan fitnah. Ini hasil kajian berbasis akademik. Kesimpulan dari seluruh hasil riset, skripsi tersebut 99,9% tidak otentik,” ucap Roy.
Roy menyebut buku ini diberi tajuk White Paper karena dimaksudkan sebagai dokumen pemutih (klarifikasi) untuk memulihkan nama baik almamater mereka (UGM) dan memberikan informasi lengkap kepada publik.
Ia juga menyebut buku tersebut akan diterbitkan dalam 2 edisi (eksklusif dan reguler) dan versi digital direncanakan rilis akhir Agustus 2025.