Jumat, April 17, 2026

Blunder di KTT ASEAN, Malaysia Akui Salah Panggil Prabowo Jadi ‘Presiden Jokowi’

Presiden Prabowo Subianto mengalami momen tak terduga saat tiba di KTT Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam acara penyambutan para kepala negara di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), pembawa acara secara keliru memanggilnya sebagai Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo,” ucap sang pembawa acara saat menyambut kedatangan Prabowo.

Meski terjadi kesalahan, Prabowo tetap turun dari mobil dengan tenang dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Keduanya tampak berjabat tangan dan berbincang sebentar sebelum Prabowo masuk ke ruang utama KTT.

Presiden Prabowo hadir di Malaysia untuk mengikuti sejumlah pertemuan penting, termasuk KTT Ke-47 ASEAN, KTT ASEAN Plus Three (China, Jepang, Korea Selatan), KTT Asia Timur, KTT ASEAN–PBB, serta KTT Peringatan ASEAN–Selandia Baru yang menandai 50 tahun hubungan dialog kedua pihak.

KTT tahun ini juga menjadi bersejarah karena Timor Leste akan dikukuhkan sebagai anggota ke-11 ASEAN. Selain itu, forum ini membahas isu strategis seperti pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, keberlanjutan iklim dan energi bersih, perdagangan inklusif, serta posisi ASEAN terhadap genosida di Gaza, Palestina.

Tak lama setelah insiden salah sebut itu viral, Radio Televisyen Malaysia (RTM) — stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia — langsung menyampaikan permintaan maaf resmi.

“Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC),” tulis RTM dalam pernyataannya, Minggu (26/10/2025).

Hasil penyelidikan internal RTM menyebutkan bahwa komentator siaran keliru menyebutkan Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Presiden yang hadir adalah Prabowo Subianto.

“RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini,” lanjut keterangan tersebut.

RTM memastikan akan memperkuat pengawasan editorial dan pemeriksaan fakta agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi dalam siaran resmi berikutnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.