Sabtu, April 18, 2026

Akhirnya SK Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut Usai Pertemuan Dekan dan Mahasiswa

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Dekan FISIP Universitas Airlangga (Unair), Prof. Bagong Suyanto, akhirnya mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unair.

Pencabutan SK ini dilakukan setelah Prof. Bagong bertemu dan berdiskusi langsung dengan perwakilan BEM, termasuk Ketua BEM Tuffahati Ullayyah Bachtiar. Pertemuan tersebut membahas kritik yang disampaikan melalui karangan bunga saat pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Saya dan pihak dekanat sudah berbicara secara terbuka dengan Mbak Tuffa dan rekan-rekan. Kami bersepakat bahwa mulai detik ini, SK pembekuan pengurus BEM FISIP dicabut,” ujar Prof. Bagong usai pertemuan di Kampus B Unair, Senin (28/10/2024).

Memilih Diksi yang Akademis
Prof. Bagong menjelaskan bahwa keputusan tersebut dilandasi keinginan bersama untuk mempertahankan nilai-nilai akademik di lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya penggunaan diksi yang santun dan sesuai budaya akademik dalam menyuarakan aspirasi politik.

“Kami menghargai hak BEM FISIP untuk menyuarakan pandangan mereka. Namun, sebagai dekan, saya berharap agar marwah akademik tetap terjaga,” tuturnya.

Klarifikasi Proses Pembekuan
Terkait alasan pembekuan yang terkesan mendadak, Prof. Bagong mengakui adanya kendala komunikasi akibat hari libur. “Mungkin jika tidak ada akhir pekan, kami bisa berdiskusi lebih awal tanpa perlu mengeluarkan SK. Tetapi karena ini sudah viral, kami merasa perlu mengambil langkah segera,” jelasnya.

Pernyataan Ketua BEM FISIP Unair
Menanggapi hal ini, Tuffahati Ullayyah Bachtiar mengonfirmasi bahwa SK pembekuan telah dibatalkan. Menurutnya, BEM FISIP Unair akan tetap mempertahankan sikap kritis dengan tetap menjunjung tinggi nilai akademis. “Karangan bunga kemarin adalah ekspresi sahabat-sahabat BEM FISIP dalam ranah politik dan kajian strategis. Kami tetap akan berani bersuara kritis, tapi tidak meninggalkan nilai akademik,” tegas Tuffa.

Pembatalan pembekuan ini menandai kesepahaman baru antara dekanat dan BEM FISIP, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab akademik. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.