MELIHAT INDONESIA, KEDIRI – Kedatangan Bupati Hanindhito Himawan Pramana pada acara Senam Guru Indonesia dan Gerakan Sekolah Sehat di Taman Hijau Simpang Lima Gumul disambut antusias oleh ribuan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kamis (15/8/2024) sore.
Antusias para guru PPPK ini ditandai dengan mereka beramai-ramai mengajak foto bersama dengan orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut. Begitu pula dengan Mas Dhito, sapaan akrab bupati muda ini juga langsung menyapa ribuan guru tersebut.
Untuk menyapa ribuan guru PPPK itu, Mas Dhito pun rela berjalan sepanjang Taman Hijau. Bahkan, sesekali dia mengajak ngobrol para guru yang ada.
Tak dipungkiri apabila kedatangan Mas Dhito sore itu disambut antusias ribuan guru PPPK. Pasalnya, dalam kepemimpinannya, Mas Dhito dinilai sangat perhatian dengan guru.
Sebagaimana disampaikan Betty Ria Puspita, giru di SDN Puncu 2. Menurutnya, para guru PPPK ini kebanyakan diangkat menjadi PPPK tepat di era kepemimpinan Mas Dhito. Seperti Betty sendiri, dimana dirinya menandatangani PPPK tepat pada tahun 2023 lalu.
Diungkapkan, dalam kepemimpinannya, Mas Dhito sangat memperhatikan kesejahteraan guru di Kabupaten Kediri. Perhatian itu diberikan melalui pemberian insentif kepada mereka yang masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).
“Apalagi kita sudah sukuhan lama sekali. Kami semua berterima kasih kepada Mas Dhito,” kata Betty Ria yang telah mengabdi sejak 2008 silam.
Dengan komitmen yang ditunjukkan Mas Dhito, lanjut Betty, dirinya berharap perhatian ke sektor pendidikan ini agar terus ditingkatkan. Utamanya mengangkat keberadaan GTT/PTT menjadi PPPK di Kabupaten Kediri.
“Semoga Mas Bup (Mas Dhito) terus memperhatikan sektor pendidikan. Semoga semua kawan kami bisa diangkat menjadi PPPK,” harapnya.
Tak hanya Betty, kebahagian para guru PPPK itu juga diakui Nastoto Agus Wulyo, guru yang tinggal di Desa Medowo, Kecamatan Kandangan. Dia mengaku bersyukur atas komitmen Mas Dhito untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di Kabupaten Kediri.
Dirinya menceritakan bagaimana kondisinya silam sebelum diangkat menjadi PPPK, Nastoto yang sempat mendapatkan program pemberian insentif bagi GTT/PTT sangat merasakan manfaatnya.
“Saya dulu sebelum diangkat jadi guru PPPK juga pernah merasakan mendapatkan insentif dan sangat membantu sekali,” ucap Nastoto, pengajar di SMPN 2 Banyakan Satu Atap yang telah diangkat PPPK sejak Agustus 2023 lalu.
Sementara, Mas Dhito dalam kesempatan itu juga mendapat persoalan PPPK terkait jarak tempat kerja yang begitu jauh dengan tempat tinggal. Pihaknya memastikan akan memproses pemindahan lokasi kerja PPPK supaya dekat dengan tempat tinggal.
“Dalam satu bulan ini Insyaallah para PPPK yang rumahnya berjauhan sudah dapat bekerja di tempat yang diharapkan (dekat dengan rumah),” ungkap Mas Dhito.
Kebijakan mendekatkan tempat kerja dengan rumah itu pun sontak mendapatkan sambutan meriah guru-guru PPPK. Mereka pun bersyukur memiliki sosok kepala daerah yang memiliki perhatian dengan tenaga pendidik. (*)