MELIHAT INDONESIA, MALUKU UTARA – Calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami insiden ledakan yang melibatkan speedboat yang ditumpanginya di Dermaga Pelabuhan Regional Bobong, Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.
Detil Kematian dan Insiden
Kapolres Taliabu, AKBP Totok Handoyo, mengonfirmasi bahwa Benny meninggal dunia pada pukul 17.20 WIT. Dalam penjelasannya, Totok menyatakan bahwa Benny mengalami sejumlah luka serius, termasuk patah kaki dan luka bakar, dan sempat tidak sadarkan diri selama dua jam sebelum dinyatakan meninggal.
“Korban tetap dalam kondisi koma dan mengalami henti jantung selama kurang lebih dua jam sebelum dinyatakan meninggal,” ujar Totok saat dihubungi reporter Tirto pada malam hari yang sama.
Korban Lain dan Reaksi Partai
Benny Laos meninggal dalam usia 52 tahun, tepat pada hari yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-25 Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Dalam insiden tragis ini, terdapat enam korban meninggal, termasuk anggota DPRD Malut dari Partai Demokrat, Ester Tanri; Ketua PPP Malut, Mubin A Wahid; serta anggota Polres Kepulauan Sula, Hamdani Buamonabot, Mahsudin Ode Muisi, dan Nasrun.
Sementara itu, lima orang lainnya masih mendapatkan perawatan medis, termasuk Calon Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes, serta anggota TNI Susianto, Irsan, dan Faisal.
Herman Khaeron, Ketua DPP Partai Demokrat, menyampaikan bahwa pihaknya menunggu informasi resmi terkait insiden ini. “Kami masih menunggu kepastian dari otoritas setempat mengenai jumlah korban jiwa,” ungkap Herman kepada Tirto.
Dugaan Penyebab Ledakan
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Bambang Suharyono, mengungkapkan bahwa tim Inafis sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Menurut laporan awal, dugaan ledakan terjadi saat kapal yang ditumpangi Benny dan rombongan sedang mengisi bahan bakar. “Saat kapal bersandar di Dermaga Pelabuhan Regional Bobong untuk pengisian BBM, insiden ini terjadi,” jelas Bambang.
Tragedi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat Maluku Utara, serta menjadi perhatian bagi semua pihak terkait keselamatan dalam pelayaran. (**)