Rabu, Mei 13, 2026

Dipanggil untuk Menjadi Berkat

MELIHAT INDONESIA – Mimbar Agama Kristen kali ini merupakan hasil tulisan Pdt Lidya Yulianti, M Th (Gembala Sidang GBI Ciluar, Bogor, Jawa Barat) dikutip utuh dari laman Kemenag.go.id.

Shalom. Bapak/Ibu serta saudara-saudari yang Tuhan kasihi. Renungan Firman Tuhan pada pekan ini terambil dari Yesaya 60:1-2 yang mengatakan “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.

Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu”.

Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan, mengapa kita dipanggil untuk menjadi terangnya Tuhan? Dapat dijawab “Menjadi Berkat” adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.

Dalam ayatnya yang ke-2 mengatakan “sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa.” Banyak peristiwa terjadi yang menandakan kegelapan telah menutupi bumi.

Salah satu peristiwa tersebut berlangsung dalam hubungan keluarga antara suami dan istri di mana suami melakukan KDRT kepada istrinya ataupun sebaliknya istri lebih galak kepada suaminya.

Hubungan antara orang tua dan anak yang seharusnya orang tua menyayangi, melindungi dan merawat anaknya justru melakukan kekerasan kepada anaknya.

Ataupun sebaliknya anak berlaku jahat kepada orang tuanya bahkan sampai rela membunuh hanya karena keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya.

Belum lagi peristiwa yang terjadi di tempat kerja, dimana seorang karyawan mengalami stress dalam bekerja karena memiliki beban kerja yang terlalu berat dan juga ucapan rasisme yang dialaminya membuat karyawan ini mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dan juga masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang terjadi yang memilukan dalam peristiwa yang ada menunjukkan kini dunia dalam keadaan gelap dan membutuhkan terang, perlindungan dan kuasa-Nya.

Itulah sebabnya ayat firman yang kita baca hari ini mengingatkan dan mengajak kita untuk bangkit dan menjadi terang-Nya Allah, menjadi berkat di tengah kegelapan dunia yang makin gelap gulita dan tak tau arah jalan Allah yang Ia inginkan.

Oleh karena itu ada 3 hal yang akan kita lakukan dan pelajari dalam menjalani kehidupan ini (diri sendiri dan orang lain) dengan berbagai tantangan dan masalahnya, yaitu dengan kita menjadi berkat:

  1. Menjadi Berkat : Melalui Doa.

Dalam Yakobus 5:16b berkata “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya” Doa memiliki kuasa dan dampak bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sebagai anak Tuhan, Tuhan menginginkan kita tidak hanya bisa berdoa untuk kepentingan diri kita saja, namun Allah ingin kita juga menjadi pendoa syafaat untuk orang-orang di sekeliling kita.

Ketika kita menjadi pendoa syafaat untuk orang disekeliling kita sesungguhnya kita telah menjadi berkat untuk mereka yang telah kita doakan.

Siapakah orang disekeliling kita? Orang disekeliling kita bisa saja keluarga, teman, kantor tempat kita bekerja, para pemimpin kita, gereja kita, pemerintahan kita, dan masih banyak lagi yang dapat kita doakan.

Hal ini sepertinya dianggap kecil dan sepele, namun bila kita melakukannya dengan hati yang tulus, doa kita akan memberi dampak dan memberkati orang yang kita doakan serta dari doa kita lelah menjadi berkat bagi sesama untuk menjadi manusia Allah.

  1. Menjadi Berkat : Melalui Perkataan.

Dalam Yakobus 4:29 berkata “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun dimana perlu supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia”. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar berita bagaimana seorang karyawan sampai membunuh majikannya karena sakit hati mendengar perkataan majikan yang menghinanya.

Dari hal ini kita bisa melihat bahwa perkataan itu memberi dampak yang luar biasa, baik itu dampak positif maupun dampak negatif.

Dampak negatif dari perkataan yang keluar dari mulut kita, kita dapat melukai dan menyakiti orang lain bahkan dalam perkataan kita secara tidak langsung dapat membunuh kita atau orang lain secara non fisik, sedangkan dampak positifnya dari perkataan yang keluar dari mulut kita, dapat membuat orang lain bahagia dan menyemangati hidup mereka.

Itulah sebabnya kita perlu berhati-hati dalam berkata-kata, kita harus membuang segala perkataan kotor, perkataan yang menyakitkan bahkan perkataan kutuk yang sadar atau tidak sadar kita lontarkan untuk orang disekitar kita.

Saudara yang Tuhan kasihi, kita harus menjaga perkataan kita,biarlah perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang dapat memberkati orang disekeliling kita. Biarlah perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan kasih, perkataan yang membangun, perkataan positif dan perkataan syukur.

Bila bertemu dengan rekan sejawat, baik itu dengan atasan maupun bawahan, mari kita saling menyapa dengan kasih. jangan tunggu orang lain menyapa baru kita menyapa. Bila kita lihat ada rekan kita dalam permasalahan, mari kita support dengan kata-kata yang membangun dan menguatkan, berkatilah juga anak-anak kita melalui doa, melalui perkataan-perkataan kasih dan membangun kerohanian serta juga kehidupannya.

  1. Menjadi Berkat : Melalui Perbuatan Baik

Dalam Galatia 6:9 berkata “ janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah”.

Pernahkah saudara/saudari merasakan rasa bosan dan lelah karena telah berbuat baik? Dari perbuatan tersebut tidak ada sesuatu apapun yang saudara dapatkan? Ayat ini mengingatkan kita kembali untuk tidak jemu-jemu untuk berbuat baik.

Tidak jemu jemu artinya tidak bosan, berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan. Karena kelak bila waktunya tiba, kita akan menuai dari apa yang kita tabur, bila kita tidak menjadi lemah.

Bila kita menabur kebaikan, menjadi berkat melalui perbuatan baik kepada keluarga dan sesama, dengan tidak jemu, tidak bosan, maka kelak kita, bahkan anak dan cucu kita akan menuainya dengan bersorak sorai.

Papa saya adalah seorang gembala sidang. Bagi kami walau papa memiliki sikap galak di permukaan, namun hatinya sangat baik kepada orang lain, terlebih kepada jemaat yang dilayaninya.

Seringkali papa menolong walaupun hidup kami saat itu dalam kekurangan. Kebaikan yang papa lakukan dan berikan, sangat memberi dampak yang baik bagi kami sekeluarga terkhusus bagi anak-anaknya.

Kami melihat dan merasakan kebaikan yang papa telah tabur selama ini menghasilkan buah dan kami anak-anaknya merasakan dan menikmati hasil dari taburan kebaikan yang telah papa lakukan selama ini.

Saudara yang Tuhan kasihi, ada sebuah lagu mengatakan “Hidup ini adalah kesempatan”. Selama Tuhan beri kesempatan kita hidup, jadilah hidup yang berarti, menjadi berkat di keluarga, di lingkungan tempat kita bekerja, di gereja, dan dimana saja kita berada.

Doakanlah mereka, berkata-katalah yang membangun , berkata-katalah yang memberkati dan usahakanlah untuk selalu berbuat baik kepada orang disekeliling kita setiap hari.

Karena kita telah diselamatkan oleh Allah, dan bukti bahwa kita sudah diselamatkan oleh Allah salah satu diantaranya adalah dengan cara berbuat baik. Hingga bila suatu saat kita sudah tidak berdaya lagi, minimal paling tidak, hidup kita ini sudah menjadi berkat. Amin.

Pdt. Lidya Yulianti, M. Th (Gembala Sidang GBI Ciluar, Bogor, Jawa Barat)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.