Program pendidikan bagi warga binaan kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kabar mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo mengikuti kuliah magister di dalam lapas.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari hak pendidikan yang diberikan kepada seluruh warga binaan.
Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, mengatakan Ferdy Sambo mengikuti program S2 Teologi melalui beasiswa dari Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia di Lapas Kelas IIA Cibinong.
“Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” kata Rika, Rabu (13/5/2026).
Rika menjelaskan perkuliahan dilakukan secara daring dari dalam lapas.
Menurutnya, pemberian hak pendidikan dilakukan terbuka dan tanpa perlakuan khusus.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan telah diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan. Di Lapas Cibinong, warga binaan juga dapat mengikuti pendidikan formal mulai dari paket A, B, C hingga perguruan tinggi.
“Seperti kejar paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi,” ucap dia.
Ditjen Pas menegaskan program pendidikan di dalam lapas bukan hanya untuk Ferdy Sambo, tetapi juga berlaku bagi seluruh warga binaan.
“Sampai saat ini masih berjalan, itu di Lapas Pemuda Tangerang, sudah dari tahun 2020-an, itu sudah ada warga binaan yang melanjutkan pendidikan S1, jadi ada kampus di dalam lapas tersebut,” ujar dia.
“Jadi, bukan hanya tentang Ferdy Sambo saja, tapi juga semua warga binaan,” sambung dia.
Program pendidikan tersebut diharapkan dapat membantu pembinaan warga binaan agar siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Ferdy Sambo Kuliah S2 dari Dalam Lapas, Ditjen Pas Buka Suara
Program pendidikan bagi warga binaan kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kabar mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo mengikuti kuliah magister di dalam lapas.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari hak pendidikan yang diberikan kepada seluruh warga binaan.
Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, mengatakan Ferdy Sambo mengikuti program S2 Teologi melalui beasiswa dari Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia di Lapas Kelas IIA Cibinong.
“Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” kata Rika, Rabu (13/5/2026).
Rika menjelaskan perkuliahan dilakukan secara daring dari dalam lapas.
Menurutnya, pemberian hak pendidikan dilakukan terbuka dan tanpa perlakuan khusus.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan telah diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan. Di Lapas Cibinong, warga binaan juga dapat mengikuti pendidikan formal mulai dari paket A, B, C hingga perguruan tinggi.
“Seperti kejar paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi,” ucap dia.
Ditjen Pas menegaskan program pendidikan di dalam lapas bukan hanya untuk Ferdy Sambo, tetapi juga berlaku bagi seluruh warga binaan.
“Sampai saat ini masih berjalan, itu di Lapas Pemuda Tangerang, sudah dari tahun 2020-an, itu sudah ada warga binaan yang melanjutkan pendidikan S1, jadi ada kampus di dalam lapas tersebut,” ujar dia.
“Jadi, bukan hanya tentang Ferdy Sambo saja, tapi juga semua warga binaan,” sambung dia.
Program pendidikan tersebut diharapkan dapat membantu pembinaan warga binaan agar siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.