PANGANDARAN – Bakal calon presiden (bacapres) PDI-P Ganjar Pranowo mengunggah foto saat dirinya bersilaturahmi ke kediaman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (7/11/2023). Ada empat slide foto momen pertemuannya dengan Susi tersebut diunggah Ganjar di akun isntagramnya ganjar_pranowo.
Foto pertama dan kedua adalah foto ketika Susi menyambut kedatangan Ganjar. Keduanya terlihat bahagia. Sedangkan foto ketiga menampilkan saat Susi mengendarai mobil dengan Ganjar di sebelahnya.
Sedangkan Foto terakhir, ketika Susi menuangkan nasi ke piring Ganjar. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu terlihat semringah pada momen makan siang itu.
Dalam keterangan foto, Ganjar menuliskan caption bernada gurauan. “Ternyata bukan mitos. Yang paling ditakuti di dunia kelautan Indonesia memang sosok perempuan dari laut selatan. Makasih ya nek @susipudjiastuti115 . Hehehe.. Wonder women from Pangandaran,” tulis Ganjar.
Momen kebersamaan antara Ganjar dan Susi tersebut menarik perhatian para netizen. Mereka menilai keduanya memiliki chemistry, sehingga cocok untuk bekerjasama dalam memajukan Indonesia.
Keduanya sama-sama memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan nelayan, industri perikanan, dan juga keberlangsungan ekosistem laut di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit warganet yang berharap agar Susi bergabung bersama pasangan Ganjar-Mahfud karena memiliki persamaan visi.
Semisal dikatakan akun bernama maspandam. Dia mengatakan, visi misi Indonesia unggul yang diangkat oleh Ganjar-Mahfud sesuai dengan cita-cita Susi yaitu menciptakan Indonesia yang berdaulat di bidang perikanan.
“Seperti visi misi Indonesia Unggul by Ganjar Mahfud, memperkuat ekonomi kelautan, Gaspoll Pak,” kata Pandam Pamungkas.
Begitu juga dengan akun Rena Damayanti. Ia mengatakan, ekonomi kelautan Indonesia akan semakin kuat di tangan Ganjar-Mahfud, terlebih lagi jika Susi juga ikut bergabung.
“bener banget, semogak ekonomi kelautan bisa semakin kuat ditangan Ganjar Mahfud,” tulis renadamayanti25’s
Senada juga dikatakn oleh Vinda Nuhinda. “Kolaborasi Bu Susi dengan pasangan Ganjar Mahfud akan menjadi pendorong untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia,” tulisnya.
Seperti diketahui, Bacapres Ganjar Pranowo dan Bacawapres Mahfud MD menetapkan sejumlah visi misi demi mempercepat perwujudan lingkungan hidup berkelanjutan melalui ekonomi biru.
Misi ini tercantum dalam dokumen berjudul “Menuju Indonesia Unggul, Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari.”
Mengutip dari dokumen visi misi yang dikutip Minggu (2/10/2023), berikut ini daftar delapan misi mempercepat perwujudan lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui ekonomi biru, antara lain:
- Tata Kelola Laut yang Inklusif dan Berkelanjutan
Mengoptimalkan pemanfaatan sektor kelautan dengan potensi USD1,4 triliun per tahun secara inklusif untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan laut. Dilakukan demi menjaga gelombang potensi ekonomi biru Indonesia.
- Akselerasi 11 Potensi Maritim
(1) Perikanan Tangkap, (2) Perikanan Budidaya, (3) Industri Pengolahan Hasil Perikanan, (4) Industri Bioteknologi Kelautan, (5) Pertambangan dan Energi (ESDM), (6) Pariwisata Bahari, (7) Hutan Bakau, (8) Perhubungan Laut, (9) Sumber Daya Wilayah Pulau-Pulau Kecil, (10) Industri dan Jasa Maritim, dan (11) SDA Nonkonvensional.
- Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota dan Zonasi
Penangkapan ikan terkendali untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya serta meratakan distribusi pertumbuhan ekonomi nasional. Penangkapan ikan terukur dibagi dalam beberapa zonasi di mana seluruh kegiatan penangkapan ikan di laut melalui satelit didukung penggunaan aplikasi digital.
- Perikanan Budidaya Berkelanjutan
Meningkatkan produktivitas budidaya melalui penetapan dan penataan kawasan budidaya, bahan pakan lokal berkualitas dan peningkatan nilai tambah produk dan pasar dengan berfokus pada 5 produk budidaya unggulan yaitu: udang, kepiting, lobster, tilapia, dan rumput laut.
- Maritim Unggul (MU)
Penguatan kapasitas konektivitas maritim melalui peningkatan kualitas SDM maritim, sarana dan prasarana transportasi laut, pengoptimalan pemanfaatan alur laut dan titik sempit (choke points), dengan didukung oleh sistem manajemen transportasi laut yang terintegrasi dengan jalur perdagangan regional dan internasional.