MELIHAT INDONESIA – Ustadz Ahmad Bahauddin Nursalim, yang dikenal dengan sebutan Gus Baha, menyoroti pentingnya sedekah di tengah kondisi kekayaan atau kekurangan seseorang. Pemikiran ini bertolak belakang dengan pandangan umum yang menganggap bahwa orang kaya lebih besar peranannya dalam bersedekah. Bagi Gus Baha, pesan sedekah memiliki dimensi yang berbeda.
Menurutnya, saat seseorang masih berada dalam keadaan miskin, melakukan sedekah lebih mudah dan tidak membebani. Hal ini kontras dengan orang yang memiliki harta yang banyak. “Jika Anda memiliki uang satu juta rupiah dan diminta bersedekah Rp25 ribu, apakah itu terasa berat? Tidak,” kata Gus Baha dalam tayangan di akun TikTok @Nasihat Diri.
Namun, Gus Baha menyampaikan, situasinya berubah ketika seseorang memiliki harta yang lebih besar. Misalnya, ketika memiliki uang sebesar Rp10 juta, jumlah yang harus disedekahkan pun menjadi lebih besar, yakni sekitar Rp250 ribu, jika dihitung 2,5 persen dari total harta. “Jika memiliki sepuluh juta, sekarang jika Rp1 miliar, ya Rp25 juta. Pikiran Anda akan terbagi, mungkin memikirkan untuk membuka usaha baru,” tambahnya.
Gus Baha juga mengilustrasikan bahwa bagi orang yang harta benda masih terbatas, kesempatan untuk bersedekah harus dimanfaatkan, bahkan bisa mencapai 50 persen dari harta yang dimiliki. “Anda memiliki dua ayam yang kurus, diminta masjid untuk syukuran, pasti membawa saja. Atau punya dua kambing kurus, harta hanya itu-itunya, ada panitia pembangunan masjid minta sumbangan. Sumbangkan saja satu kambing, sudah melakukan 50 persen dari harta,” jelas Gus Baha.
Lebih lanjut, Gus Baha menyampaikan analogi lainnya tentang dramatisnya perbuatan sedekah ketika dilakukan oleh orang miskin. Dalam contoh yang diberikannya, sedekah yang diberikan oleh orang miskin memiliki nilai yang lebih dramatis dan bermakna, karena dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan. “Berbahagialah orang miskin. Ini lebih dramatis, lebih keren. Bahkan hutang piutang orang miskin lebih diakui Al-Qur’an, karena lebih keren,” tandasnya.
Gus Baha mengakhiri pemikirannya dengan menyampaikan bahwa perbuatan sedekah, terlepas dari besarnya jumlahnya, memiliki nilai yang sangat penting dalam ajaran Islam. Perbuatan baik ini tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga menguatkan hubungan spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta. (**)