Selasa, April 28, 2026

Kata Gus Baha, Anak Sekarang Berkhayal Saja Susah!!

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau lebih akrab disapa Gus Baha, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi muda yang dianggapnya kurang kreatif, bahkan dalam hal berkhayal sekalipun. Dalam ceramah yang diunggah melalui kanal YouTube @zuhris, Gus Baha menyampaikan pentingnya kreativitas dalam hidup, khususnya dalam beragama.

Menurut Gus Baha, anak-anak zaman sekarang sering kali terjebak dalam rutinitas yang tidak produktif, sehingga mereka kesulitan untuk membayangkan hal-hal baik untuk masa depan. Bahkan, ia berkelakar bahwa mereka tidak mampu sekadar berkhayal. “Anak-anak zaman sekarang itu ‘jamadu jumudan’, jumud sekali. Sekadar ngalamun saja tidak bisa. Jadi, saya mohon semuanya harus bisa berkhayal,” ujar Gus Baha dengan santai, membuat jamaah yang hadir tertawa.

Namun, di balik candaan tersebut, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan Gus Baha. Ia menjelaskan bahwa berkhayal bukanlah hal yang sia-sia. Dalam konteks yang positif, berkhayal tentang hal-hal baik menunjukkan keyakinan kepada Allah bahwa rahmat-Nya tidak terbatas. “Harus bisa berkhayal dapat surga, dapat bidadari yang cantik, istri yang tidak suka belanja, pokoknya sesuatu yang baik-baik,” tambahnya sambil tersenyum lebar.

Gus Baha mengungkapkan bahwa meskipun kita merasa penuh dosa dan jauh dari Allah, berkhayal tentang kebaikan adalah bentuk keyakinan bahwa Allah akan selalu memberikan rahmat-Nya. “Kalau kamu tidak bisa mujahadah semalaman, paling tidak kamu berkhayal. Suatu saat aku jadi hamba yang baik, suatu saat jadi wali. Wali formal,” katanya dengan bercanda.

Berkhayal sebagai Bentuk Ibadah

Lebih jauh, Gus Baha menekankan bahwa berkhayal tentang kebaikan merupakan salah satu cara untuk menjaga optimisme dalam hidup. Ia menyebutkan bahwa berkhayal adalah bentuk awal dari upaya memperbaiki diri dan selalu yakin pada kebaikan Allah. “Jangan sampai karena dosa, salah, atau kelalaianmu, kamu malah tidak bisa berkhayal. Padahal, khayalan itu bukti yakin bahwa pemberian Allah itu tidak terbatas,” jelasnya.

Dalam ceramahnya, Gus Baha mengingatkan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti berusaha dan berharap meskipun kita merasa jauh dari kesempurnaan. “Bahkan angan-angan itu sendiri adalah bentuk ibadah jika kamu niatkan untuk mendekat kepada Allah,” ujar Gus Baha dengan penuh semangat.

Menjaga Harapan dan Semangat Hidup

Ceramah Gus Baha kali ini bukan hanya tentang berkhayal, tetapi juga tentang pentingnya menjaga harapan dan semangat hidup. Ia mengajak generasi muda untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan terus berharap kepada rahmat Allah, yang selalu tersedia bagi siapa saja yang ingin mendekat kepada-Nya.

Pesan Gus Baha mengingatkan kita semua bahwa hidup harus dijalani dengan keyakinan bahwa Allah selalu memberikan jalan, meskipun seseorang merasa belum sempurna. Oleh karena itu, setiap orang perlu berusaha semaksimal mungkin, dan tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik.

Di akhir ceramahnya, Gus Baha berharap agar setiap orang, terutama generasi muda, mampu mengembangkan kreativitas dan keyakinan mereka. Berkhayal tentang hal-hal baik bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menjadi hamba yang lebih baik di mata Allah. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.