Jumat, April 17, 2026

Katanya Efisiensi Anggaran tapi Prabowo Tetapkan 77 PSN, dari Mana Pembiayaannya?

MELIHAT INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan digarap pada masa pemerintahannya saat ini.

Di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan, sumber pendanaan untuk 77 PSN yang telah ditetapkan Prabowo menjadi sorotan.

Dari mana sumber dana untuk membiayai 77 PSN di tengah efisiensi anggaran?

Ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, menyatakan efisiensi anggaran tak berarti pembiayaan untuk PSN akan berkurang.

Bahkan, menurutnya, pos anggaran untuk PSN berpotensi akan bertambah atau meningkat.

Kata dia, efisiensi bukan penghematan, melainkan sekadar realokasi ke pos belanja pemerintah yang lain.

Ronny mengungkapkan bahwa pemerintah dapat memperlebar defisit APBN hingga mendekati 3 persen. Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat kembali menerbitkan surat utang baru.

“Kemungkinan besar defisit akan dilebarkan, mungkin mendekat 3 atau sampai 3 (persen) barangkali, sehingga pemerintah mendapatkan ruang fiskal untuk menerbitkan surat utang baru, lalu mendapatkan dana segar untuk menutupi itu (biaya PSN),” bebernya.

Tujuan utamanya adalah memperoleh dana segar, yang pada akhirnya dapat digunakan untuk membiayai PSN yang menjadi prioritas pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mengumumkan akan menerapkan manajemen risiko dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Plt. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Bappenas, Sumedi Andono Mulyo, menyatakan akan menerapkan manajemen risiko dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memastikan efektivitas pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Ia menyebut bahwa PSN disusun untuk mendukung RPJMN 2025-2029 dan sejalan dengan Program Prioritas Presiden. Fokus utama PSN mencakup Makan Bergizi Gratis, Swasembada Pangan dan Energi, Pengembangan SDM dan Budaya, Hilirisasi Komoditas Unggulan, Perumahan dan Permukiman, serta Konektivitas dan Transportasi.

PSN dalam RPJMN 2025-2029 terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, PSN Carry Over, yaitu proyek yang masih berlangsung dan belum rampung dari periode sebelumnya. Kedua, PSN Baru, yakni proyek yang ditetapkan pertama kali dalam periode perencanaan ini. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.