Selasa, April 28, 2026

KFC di Malaysia Sudah Tutup 100 Gerai, Kapan Indonesia?

MELIHAT INDONESIA – Waralaba restoran cepat saji KFC menutup sementara lebih dari 100 gerai di Malaysia. Hal itu dilakukan di tengah aksi boikot terhadap produk yang dinilai mendukung agresi Israel ke Palestina.

Media Tiongkok Nanyang Siau Pau melaporkan 108 gerai jaringan restoran cepat saji di negeri jiran itu telah berhenti beroperasi.

Negara bagian Kelantan adalah wilayah yang paling terdampak, dengan hampir 80 persen atau 21 gerai ditutup.

QSR Brands (M) Holdings Bhd yang merupakan induk perusahaan KFC dan Pizza Hut di Malaysia, menyatakan pihaknya menutup sementara seluruh gerai KFC dengan alasan “respons terhadap kondisi ekonomi yang menantang”.

Perusahaan menawarkan kesempatan pemindahan penugasan kepada karyawan toko yang terkena dampak penutupan gerai.

“QSR Brands dan KFC Malaysia telah mengambil langkah proaktif untuk menutup sementara gerai sebagai cara untuk mengelola peningkatan biaya bisnis dan fokus pada zona perdagangan dengan keterlibatan tinggi,” melalui pernyataan yang dilansir Reuters, Senin malam (29/4/2023).

Sebelumnya, media lokal Malaysia melaporkan soal boikot atas dugaan afiliasi antara KFC dengan negara Zionis tersebut.

Malaysia yang didominasi oleh penduduk beragama Islam, dinilai sebagai pendukung setia Palestina.

Beberapa merek makanan cepat saji asal Barat lain pun menjadi sasaran boikot atas konflik Israel di Gaza.

Hingga saat ini, tidak disebutkan berapa banyak toko yang terkena dampaknya, namun media lokal melaporkan lebih dari 100 gerai ditutup sementara.

Bagaimana di Indonesia?

Mengutip Republika, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyatakan, aksi boikot produk yang diduga terafiliasi Israel kini sudah tidak semasif sebelumnya.

Meski begitu, masih ada beberapa anggota Hippindo yang kinerjanya belum pulih.

“Dari laporan yang kami terima, masih ada beberapa anggota ritel belum pulih, masih turun omzet 20 sampai 30 persen. Salah satunya KFC,” ujar Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah beberapa waktu lalu.

Budiharjo mengatakan, masih ada salah paham di masyarakat, sehingga beberapa merek yang seharusnya tidak diboikot turut terkena imbas. Ia menyebutkan, contohnya KFC.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.