Jumat, April 3, 2026

Masih Suka Nyalahin Orang Lain? Baca Peringatan Buya Yahya Ini Dulu

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Sering kali, menyalahkan orang lain menjadi respon instan ketika seseorang menghadapi masalah atau kegagalan. Langkah ini terlihat lebih mudah karena kesalahan di luar diri sendiri dianggap sebagai pelarian dari tanggung jawab. Namun, Buya Yahya, dalam ceramahnya yang dilansir melalui kanal YouTube @Andhap_asor, memberikan peringatan penting terkait sikap tersebut.

Menurut Buya Yahya, kebiasaan menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal itu justru bisa menghalangi seseorang dari melakukan introspeksi diri dan perbaikan. Harapan yang terlalu besar terhadap orang lain kerap menjadi penyebab utama kekecewaan dalam interaksi sosial.

“Jangan salahkan orang yang mengecewakanmu, tetapi salahkan dirimu yang terlalu banyak berharap dari mereka,” kata Buya Yahya. Ia menekankan bahwa manusia diciptakan dengan kekurangan, sehingga ketidaksempurnaan dalam hubungan sosial adalah hal yang wajar.

Buya Yahya menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan, agar mereka bisa saling melengkapi satu sama lain. Menurutnya, manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan serta dukungan dari sesamanya.

“Jika kita tidak bisa menyelesaikan sesuatu sendiri, kita akan meminta tolong kepada orang lain untuk memenuhi hajat kita,” ucapnya. Ini menandakan bahwa keberadaan orang lain dalam hidup sangat penting, namun tetap harus ada batas dalam mengharapkan bantuan dari mereka.

Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa manusia tidak boleh terlalu bergantung pada sesamanya. Meski saling membantu itu penting, ketergantungan yang berlebihan bisa mengakibatkan kekecewaan ketika harapan tidak terpenuhi.

Ia menambahkan bahwa sebagai makhluk sosial, manusia memang saling membutuhkan. Namun, pada akhirnya, harapan yang sepenuhnya hanya layak ditujukan kepada Allah. “Hikmah dari hubungan sosial ini adalah kita bisa saling membutuhkan, tetapi yang menjadi tempat bergantung sejati hanyalah Allah,” tuturnya.

Buya Yahya mengajak jamaah untuk menyadari bahwa Allah adalah satu-satunya tempat menggantungkan harapan yang sempurna. “Ada sesuatu yang harus kita sadari, bahwa kita punya Allah sebagai tumpuan harapan,” tambahnya. Menurutnya, manusia akan selalu memiliki keterbatasan, tetapi Allah adalah sumber harapan yang tidak pernah mengecewakan.

Lebih lanjut, Buya Yahya menyampaikan bahwa kekecewaan dari orang lain seharusnya menjadi pengingat agar kita lebih banyak berharap kepada Allah. “Ketika kita merasa dikecewakan oleh manusia, itu tanda bahwa kita terlalu bergantung pada mereka dan lupa bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat untuk berharap,” jelasnya.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, di mana sering kali ekspektasi terhadap orang lain menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Buya Yahya mengingatkan agar umat selalu menempatkan harapan pada tempat yang tepat, yaitu hanya kepada Allah.

Ia menegaskan bahwa introspeksi diri jauh lebih penting daripada mencari kesalahan di luar. “Jika merasa kecewa, salahkan dirimu sendiri yang terlalu berharap besar,” katanya dengan tegas. Buya Yahya ingin agar umat lebih bijak dalam mengelola harapan dan tetap berfokus kepada Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung yang tak pernah mengecewakan.

Di akhir ceramah, Buya Yahya mengajak jamaah untuk menggantungkan segala urusan hidup kepada Allah. “Tumpuan kita adalah Allah. Manusia bisa mengecewakan, tetapi Allah tidak akan pernah mengecewakan,” pungkasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.