MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Pelawak Nurul Qomar, yang dikenal sebagai salah satu anggota grup lawak legendaris 4 Sekawan, meninggal dunia pada Rabu sore (8/1/2025). Istri almarhum, Siti Maryam, mengonfirmasi kabar tersebut kepada awak media.
“Iya (meninggal) jam 17.21,” ujar Siti Maryam saat dihubungi. Kabar ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan para penggemar Qomar. Sebelum meninggal, diketahui Qomar sempat berjuang melawan kanker usus, salah satu penyakit serius yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Mengenal Kanker Usus Besar
Kanker usus besar merupakan jenis tumor ganas yang tumbuh di usus besar. Penyakit ini sering kali dimulai dari tumor jinak yang disebut polip, yang kemudian berkembang menjadi kanker. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, gaya hidup seperti jarang mengonsumsi serat, kebiasaan merokok, dan kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Gejala kanker usus besar pada tahap awal sering kali tidak terasa, namun gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit yang berlangsung lama bisa menjadi pertanda. Apabila dibiarkan, kanker ini dapat menyebar ke organ lain, seperti hati dan paru-paru.
Faktor Risiko dan Penyebab
Mutasi genetik menjadi penyebab utama kanker usus besar, meskipun faktor pemicunya belum diketahui dengan pasti. Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai meliputi:
Pola makan rendah serat dan tinggi daging merah.
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Kurangnya aktivitas fisik.
Riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
Penyakit tertentu seperti polip usus, diabetes, dan radang usus.
Usia juga menjadi faktor signifikan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Gejala dan Stadium Kanker Usus Besar
Pada stadium awal, gejala seperti diare, sembelit, dan kembung sering kali diabaikan. Namun, pada tahap lanjut, gejala bisa mencakup:
Perubahan bentuk tinja.
BAB berdarah.
Berat badan turun drastis.
Kelelahan kronis.
Kanker ini terbagi menjadi empat stadium, mulai dari stadium 1 di mana kanker hanya berada di usus besar, hingga stadium 4 yang menunjukkan penyebaran ke organ lain. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Metode Diagnosis dan Pengobatan
Dokter biasanya menggunakan kolonoskopi untuk memeriksa kondisi usus besar. Biopsi juga dilakukan untuk memastikan keberadaan sel kanker. Untuk mengetahui penyebaran kanker, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dan tes darah juga dilakukan.
Pengobatan kanker usus besar tergantung pada tingkat keparahannya. Operasi, kemoterapi, radioterapi, hingga terapi target merupakan metode yang umum digunakan. Operasi sering melibatkan pengangkatan bagian usus besar yang terkena kanker. Pasien yang menjalani pengobatan di stadium awal memiliki peluang kesembuhan lebih tinggi.
Pencegahan dan Deteksi Dini
Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah kanker usus besar. Langkah-langkah seperti rutin berolahraga, meningkatkan konsumsi serat, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol sangat dianjurkan. Pemeriksaan skrining juga penting, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga kanker atau mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Kepergian komedian Nurul Qomar menjadi pengingat betapa pentingnya kesadaran terhadap kanker usus besar. Dengan deteksi dini dan gaya hidup sehat, risiko penyakit ini dapat diminimalkan. Semoga almarhum Qomar mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarganya diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini. (**)