Minggu, April 19, 2026

Panglima Bicara Anggaran Jumbo Kemhan untuk Alutsista Karena Senjata Canggih Sangat Mahal

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan penjelasan terkait besarnya anggaran yang diajukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk tahun 2026 mencapai Rp184 triliun.

Ia menegaskan, pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) memang membutuhkan biaya sangat besar karena senjata modern memiliki harga yang tinggi.

Hal ini pula yang membuat pos anggaran pertahanan di banyak negara jauh lebih besar dibandingkan Indonesia.

Agus mencontohkan Pakistan yang anggaran pertahanannya jauh melampaui Indonesia.

Menurut Agus, keberadaan alutsista yang canggih menjadi syarat mutlak bagi TNI untuk menjaga kedaulatan negara.

Alutsista tidak hanya melindungi wilayah dan masyarakat, tetapi juga memberikan rasa aman bagi dunia usaha sehingga investor dapat masuk tanpa khawatir adanya gangguan keamanan.

Ia menekankan bahwa pertahanan yang kuat adalah fondasi stabilitas nasional.

Agus juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang terpisah lautan, termasuk banyak wilayah terpencil.

Situasi ini membutuhkan sistem pertahanan modern yang mampu menjangkau seluruh area secara efektif.

“Itu harus diamankan. Diamankannya dengan alutsista yang canggih,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai perkembangan teknologi global semakin pesat dan peperangan modern sudah jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu.

Karena itu, Indonesia harus mengikuti perkembangan zaman agar tetap mampu melindungi rakyat dari ancaman baru.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, bagaimana kita mau melindungi masyarakat,” tambah Agus.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga menegaskan bahwa pengadaan alutsista memang membutuhkan dana sangat besar.

Menurutnya, tidak ada alutsista yang harganya miliaran rupiah, semuanya bernilai triliunan.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan tambahan anggaran Rp184 triliun untuk memenuhi kebutuhan pertahanan sesuai pagu indikatif 2026.

Sjafrie mengeluhkan bahwa selama ini sebagian besar anggaran Kemenhan habis untuk belanja pegawai, sementara belanja modal untuk alutsista hanya separuh dari kebutuhan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.