Rabu, Juni 24, 2026

Pemilihan Presiden AS 2024, Yuk Intip Gaji Presiden AS, Gede Banget!!!

MELIHAT INDONESIA, WASHINGTON DC – Selasa (5/11/2024), rakyat Amerika Serikat memilih presiden baru mereka dalam pemilihan yang memperebutkan kursi tertinggi di Gedung Putih. Pertarungan sengit antara calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dan calon dari Partai Demokrat, Kamala Harris, telah menarik perhatian dunia. Kedua kandidat berusaha meraih 270 suara electoral untuk memenangkan pemilihan yang akan menentukan masa depan Amerika dan pengaruhnya di kancah global.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, banyak yang beranggapan bahwa menjadi presiden AS adalah jalan menuju kekayaan tak terbatas. Namun, ternyata realitasnya berbeda. Sebagai salah satu posisi paling berkuasa di dunia, seorang Presiden AS tidak digaji sebanyak yang dipikirkan banyak orang.

Presiden AS saat ini, Joe Biden, diketahui menerima gaji sebesar US$400.000 atau sekitar Rp6,3 miliar per tahun, angka yang tidak berubah sejak awal abad ke-21. Meskipun tampak besar, jumlah ini sebenarnya cukup rendah dibandingkan dengan gaji yang diterima oleh eksekutif perusahaan besar atau pejabat tinggi lainnya.

Sejak tahun 1789, ketika George Washington menjadi presiden pertama, gaji untuk Presiden AS hanya lima kali disesuaikan. Awalnya, pada masa pemerintahan George Washington, gaji yang ditetapkan adalah sebesar US$25.000 (Rp393,75 juta). Menggunakan kalkulator inflasi modern, angka tersebut setara dengan sekitar US$895.700 (Rp14,1 miliar) pada hari ini.

Kenaikan gaji terakhir kali terjadi pada tahun 2001, ketika Kongres AS memutuskan untuk menggandakan gaji Presiden dari US$200.000 (Rp3,15 miliar) menjadi US$400.000 (Rp6,3 miliar), jumlah yang masih berlaku hingga saat ini. Langkah ini diambil untuk memastikan agar para pemimpin negara tidak terjebak dalam potensi korupsi, dengan menyediakan gaji yang cukup tinggi untuk menutupi kebutuhan hidup mereka.

Selain gaji pokok, Presiden AS juga menerima berbagai tunjangan lainnya, yang mencakup keamanan, jaminan kesehatan, dan fasilitas perjalanan dinas yang dibiayai pemerintah. Namun, setelah mereka meninggalkan jabatannya, mantan Presiden AS terus menerima sejumlah tunjangan, termasuk sekitar US$244.000 (Rp3,84 miliar) per tahun sebagai pensiun. Selain itu, mereka juga mendapatkan jaminan keamanan, fasilitas kesehatan, serta dukungan untuk perjalanan dinas.

Gaji yang relatif rendah ini mengingatkan kita bahwa meskipun posisi Presiden AS sangat prestisius dan berpengaruh, tugas tersebut tetaplah sebuah pengabdian kepada negara dan rakyat, dengan banyak tanggung jawab yang harus diemban sepanjang masa jabatan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.