MELIHAT INDONESIA – Warganet Indonesia mencatatkan waktu terlama di dunia untuk screentime aplikasi TikTok.
Rata-rata, netizen Indonesia menghabiskan waktu 41 jam 35 menit setiap bulan untuk menonton video di TikTok.
Hal ini berdasarkan laporan terbaru dari firma riset Exploding Topics berjudul “TikTok User Age, Gender, & Demographics (2024)”.
Laporan Exploding Topics mengungkapkan bahwa warganet Indonesia menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan negara lain. Misalnya, Inggris, Chili, Meksiko, Thailand, dan AS.
Indonesia juga mencatatkan 374,9 sesi TikTok per pengguna setiap bulan, menempatkan negara ini di posisi ke-7 dunia untuk jumlah sesi terbanyak.
Sesi atau session adalah periode interaksi pengguna dengan aplikasi atau sistem, dimulai saat pengguna membuka aplikasi hingga keluar atau tidak aktif selama 30 menit atau lebih.
Secara sederhana, session adalah durasi waktu pengguna mengakses situs web atau aplikasi, dalam hal ini TikTok.
Israel memimpin dengan 450,1 sesi TikTok per bulan, diikuti oleh Chili (397,3 sesi), Bulgaria (397,1 sesi), Kroasia (394,8 sesi), dan Romania (394,7 sesi), mengalahkan Indonesia yang mencatatkan 374,9 sesi.
Indonesia menjadi negara dengan pengguna TikTok terbanyak di dunia, mencapai 157,6 juta pengguna per Juli 2024, mengalahkan Amerika Serikat yang memiliki 120,5 juta pengguna.
Laporan “Countries with the largest TikTok audience as of July 2024” dari Statista mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki jumlah pengguna TikTok terbanyak, dengan pertumbuhan pesat dalam 6 tahun terakhir.
Pada Juli 2018, Zhen Liu dari Bytedance menyebutkan bahwa TikTok di Indonesia memiliki 10 juta pengguna aktif bulanan. Angka ini melonjak lebih dari 15 kali lipat menjadi 157,6 juta pengguna pada Juli 2024.
Berikut adalah daftar 10 negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak di dunia per Juli 2024, menurut laporan Statista :
- Indonesia – 157,6 juta pengguna
- Amerika Serikat – 120,5 juta pengguna
- Brasil – 105,2 juta pengguna
- Meksiko – 77,54 juta pengguna
- Vietnam – 65,64 juta pengguna
- Pakistan – 62,05 juta pengguna
- Filipina – 56,14 juta pengguna
- Rusia – 56,01 juta pengguna
- Thailand – 50,81 juta pengguna
- Bangladesh – 41,14 juta pengguna
Di sisi lain, sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Psychiatry Research pada Juli 2023 menemukan, remaja yang kecanduan TikTok mempunyai kondisi kesehatan mental yang buruk.
Studi ini mengindikasikan bahwa pengguna TikTok yang kecanduan, mengalami situasi lebih tidak menguntungkan dalam hal kesehatan mental, keluarga, dan kondisi sekolah. (*)