MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengumumkan hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas paslon Pilgub Jateng jelang masa pencoblosan.
Hal tersebut diketahui dari rilis terbaru Lembaga survey Indikator Politik Indonesia melalui akun Youtubenya, Minggu (17/11/2024).
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil survei menujukkan pasangan Luthfi-Yasin mendapat elektabilitas 47,19%, sementara Andika-Hendi 43,46%.
Meskipun jika dilihat pasangan Luthfi-Yasin unggul, tetapi jarak elektabilitas kedua paslon masih dalam hitungan margin of error (MoE).
Sehingga ia tak bisa menyimpulkan siapa yang unggul. Secara statistik, kata Burhanuddin, elektabilitas kedua paslon imbang.
“Kita tidak punya kesimpulan yang konklusif untuk mengatakan Pak Luthfi unggul. Meskipun secara absolut Pak Luthfi degan Gus Yasin sedikit di atas Pak Andika, tetapi secara statistik keduanya imbang,” ujarnya saat merislis hasil survei yang disiarkan secara daring, Minggu (17/11/2024).
Untuk diketahui, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan dalam periode 7–13 November 2024. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan menyertakan 3.500 orang.
Sampel berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jateng yang terdiri dari 100 responden di tiap kabupaten/kota. Dari 3.500 responden, sampel basis sebanyak 1.900 responden. Responden terpilih diwawancara secara tatap muka.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.900 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) +-2,3% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). (*)