Sabtu, April 18, 2026

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penjarahan di Rumah Uya Kuya

Polisi menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan di rumah anggota Komisi IX DPR, Surya Utama alias Uya Kuya, di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian mengantongi bukti rekaman video serta sejumlah barang bukti berupa perabotan rumah tangga milik Uya Kuya yang dibawa pelaku.

Menurut Dicky, para pelaku ditangkap di sekitar tempat kejadian perkara.

Penelusuran juga dilakukan melalui rekaman video, termasuk siaran langsung di media sosial yang memperlihatkan aksi massa saat menyerbu kediaman Uya.

Ia menegaskan jumlah pelaku sebenarnya cukup banyak, namun hingga saat ini baru sembilan orang yang berhasil diamankan.

“Masih didalami peran mereka. Pencarian pelaku lain masih terus kita kembangkan karena jumlahnya banyak sekali,” ujarnya.

Dicky menambahkan, sebelum peristiwa penjarahan terjadi, aparat Polsek Duren Sawit sempat memberikan imbauan agar massa tidak melakukan tindak pidana.

Namun, imbauan itu gagal diindahkan karena massa terlalu banyak dan situasi tak terkendali.

Pihak kepolisian kemudian melaporkan situasi ke Kapolres, hingga akhirnya tim gabungan Reskrim dan Samapta turun tangan melakukan penindakan.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan kasus serta berjaga di lokasi untuk mencegah kericuhan susulan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa merobohkan pagar rumah Uya Kuya, menerobos masuk hingga ke lantai dua, dan menjarah barang-barang yang ada di dalam rumah.

Suasana mencekam terdengar jelas, dengan teriakan massa, “Hancurkan,” disertai suara benda pecah berjatuhan.

Peristiwa ini mendapat sorotan publik karena menyasar langsung kediaman seorang politisi sekaligus artis terkenal.

Di tengah sorotan tersebut, Uya Kuya memberikan klarifikasi mengenai aksinya berjoget di gedung MPR/DPR yang viral bersamaan dengan pengumuman kenaikan tunjangan DPR, termasuk tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan.

Ia menegaskan bahwa joget yang dilakukan tidak berkaitan dengan kenaikan tunjangan, melainkan hanya untuk menghargai musikus yang sedang tampil.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.