Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan SDN Tlogo 2 Blitar membawa perubahan pada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Area sekolah yang kini dipagari seng membuat suasana belajar tidak lagi seperti sebelumnya, meski proyek tetap berjalan di tengah penolakan dari guru, wali murid, hingga sejumlah pihak legislatif.
Sejumlah fasilitas penting di lingkungan sekolah ikut terdampak. Ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, hingga ruang ekstrakurikuler terpaksa dialihfungsikan. Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan pihak sekolah, terutama dalam menentukan penempatan koleksi buku serta lokasi baru untuk kegiatan siswa ke depan.
Penolakan yang sebelumnya disampaikan pihak sekolah disebut tidak membuahkan hasil setelah adanya persetujuan dari pemerintah daerah.
Para guru mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menerima keputusan tersebut, meskipun hingga kini belum ada solusi yang jelas terkait hilangnya fasilitas utama.
Di sisi lain, janji pembangunan ruang pengganti juga belum terealisasi. Rencana kompensasi yang sempat disampaikan belum menunjukkan perkembangan, meskipun proyek pembangunan telah mulai berjalan.
Kekhawatiran juga datang dari orang tua siswa. Mereka menilai aktivitas belajar mengajar berpotensi terganggu, termasuk kegiatan tambahan seperti latihan seni dan keagamaan yang sebelumnya memanfaatkan fasilitas sekolah.
Di tengah kondisi tersebut, berbagai pihak berharap ada langkah konkret agar kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik tanpa terdampak secara signifikan oleh proses pembangunan yang masih berlangsung.