Selasa, April 28, 2026

Puasa Ramadhan bagi Ibu Menyusui, Risiko Besar atau Ibadah yang Bisa Dijalankan?

MELIHAT INDONESIA, MAGELANG – Bulan Ramadan kembali hadir, membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam. Namun, bagi ibu menyusui, keputusan untuk berpuasa bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan agar ibadah tetap terlaksana tanpa membahayakan kesehatan ibu maupun bayi.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah ibu menyusui boleh berpuasa? Secara syariat, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa jika dikhawatirkan berdampak buruk pada dirinya atau bayinya. Namun, jika kondisi tubuh memungkinkan dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, maka berpuasa tetap bisa dilakukan.

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui dalam Islam

Dalam Islam, terdapat prinsip keringanan (rukhsah) yang diberikan kepada kelompok tertentu, termasuk ibu menyusui. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 185)

Dengan demikian, ibu menyusui yang merasa lemah, mengalami penurunan produksi ASI, atau khawatir bayinya tidak mendapatkan cukup nutrisi diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Sebagai gantinya, puasa dapat diqadha di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan yang berlaku.

Benarkah Puasa Mempengaruhi Produksi ASI?

Salah satu kekhawatiran terbesar ibu menyusui adalah turunnya produksi ASI saat berpuasa. Studi menunjukkan bahwa jumlah ASI tidak langsung berkurang hanya karena ibu berpuasa. Namun, jika ibu mengalami dehidrasi atau kekurangan asupan nutrisi yang cukup, produksi ASI bisa terganggu.

Dokter spesialis anak, dr. Candra Segeren, Sp.A, M.Kes, menjelaskan bahwa berkurangnya asupan kalori saat puasa tidak berdampak signifikan pada volume ASI, tetapi bisa memengaruhi kandungan nutrisi dalam ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui yang berpuasa harus memastikan asupan makanan dan cairannya tetap optimal.

Tips Aman Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Jika ibu menyusui ingin tetap menjalankan ibadah puasa, beberapa tips berikut dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi:

Jangan Lewatkan Sahur – Konsumsi makanan bergizi tinggi yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat.

Perbanyak Minum Air – Minimal 2-3 liter air dalam sehari untuk menghindari dehidrasi.

Fokus pada Makanan Bergizi – Pilih makanan seperti daging, telur, kacang-kacangan, sayur hijau, dan buah-buahan.

Kurangi Aktivitas Berat – Hindari kelelahan yang berlebihan agar energi tetap terjaga.

Istirahat yang Cukup – Kurang tidur bisa berdampak pada kesehatan ibu dan produksi ASI.

Menyusui Lebih Sering di Malam Hari – Jika produksi ASI berkurang di siang hari, perbanyak sesi menyusui saat berbuka hingga sahur.

Kapan Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa?

Meskipun Islam memperbolehkan ibu menyusui untuk berpuasa, ada kondisi tertentu yang mengharuskan puasa dihentikan demi kesehatan ibu dan bayi:

❌ Ibu mengalami dehidrasi berat (bibir dan kulit kering, pusing, urine gelap, kelelahan ekstrem).

❌ Produksi ASI berkurang drastis, sehingga bayi tampak rewel, kurang buang air kecil, atau mengalami penurunan berat badan.

❌ Ibu mengalami gejala kelelahan parah, pusing, atau lemas yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya ibu menyusui segera berbuka puasa dan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga.

Berpuasa atau Tidak Nih?

Setiap ibu menyusui memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Jika merasa mampu dan tetap bisa memberikan ASI dengan baik, maka berpuasa bisa menjadi pilihan. Namun, jika ada tanda-tanda bahaya bagi kesehatan ibu atau bayi, maka mengambil rukhsah untuk tidak berpuasa adalah keputusan yang lebih bijak.

Ibadah puasa adalah bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi menjaga kesehatan ibu dan bayi juga merupakan amanah yang harus diprioritaskan. Dengan perencanaan yang matang dan perhatian ekstra, ibu menyusui tetap bisa menjalankan Ramadan dengan penuh keberkahan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.