MELIHAT INDONESIA, SURABAYA – Menghirup aroma gurih yang keluar dari semangkuk sup hitam dengan potongan daging sapi lembut, nasi hangat, tauge kecil, telur asin, sambal, dan kerupuk udang, siapa pun pasti sulit menolak pesonanya. Rawon, sajian legendaris Nusantara, terkenal dengan warna hitam khas yang dihasilkan dari keluak—bumbu dapur unik yang memberikan rasa khas sekaligus warna eksotis.
Keluak, yang dikenal juga sebagai kepayang atau pucung, adalah biji dari pohon Pangium edule. Selain menjadi bahan utama rawon, keluak juga digunakan dalam kuliner Nusantara lainnya seperti brongkos dan sup konro. Namun, dari sekian banyak masakan tradisional Indonesia, rawon menonjol sebagai salah satu ikon kuliner yang tidak hanya digemari di dalam negeri tetapi juga mendunia. Bahkan, rawon dijuluki sebagai “black soup” oleh penggemar internasional.
Sup Terbaik Asia
Pada tahun 2020, rawon dinobatkan sebagai sup terbaik di Asia oleh TasteAtlas, sebuah situs kuliner asal Kroasia yang berfokus pada ulasan makanan tradisional dan resep autentik. Predikat ini diberikan setelah rawon masuk dalam daftar 12 besar sup terenak di Asia. Proses penilaian melibatkan lebih dari 63.000 peserta voting dan para kritikus makanan profesional.
Melansir laman National Geographic, kelezatan rawon berhasil mengalahkan berbagai sup dari Asia lainnya berkat perpaduan bumbu yang kaya serta cita rasa autentiknya. Gelar ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Sejarah Panjang dalam Sajian Hitam
Sejarah rawon terbilang panjang, meski informasi yang ada masih terbatas. Catatan tertua mengenai sajian ini ditemukan dalam kitab Jawa kuno seperti Serat Centhini (1811) dan Kakawin Bhomakaya, yang menyebutkan “rarawwan” sebagai makanan berkuah hitam dengan rasa nikmat dan mengenyangkan. Prasasti Taji dari era Kerajaan Majapahit juga mencatat hidangan serupa rawon pada 901 Masehi.
Rawon bahkan menjadi bagian dari budaya kuliner istana di Jawa. Dalam koleksi masakan Istana Mangkunegaran Surakarta, rawon disebut dalam Serat Wulangan Olah-olah Warna Warni (1926), bersama resep masakan khas lainnya. Catatan ini menunjukkan bahwa rawon sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa selama berabad-abad.
Rahasia di Balik Cita Rasa Rawon
Apa yang membuat rawon begitu istimewa? Jawabannya terletak pada kombinasi bumbu yang digunakan. Selain keluak, bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, serai, lengkuas, dan cabai menghasilkan aroma dan rasa yang kaya. Proses memasaknya pun cukup panjang untuk memastikan bumbu meresap sempurna ke dalam daging.
Rawon biasanya menggunakan sandung lamur, potongan daging sapi yang memiliki tekstur lembut dan sedikit lemak. Hasilnya adalah hidangan berkuah yang tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menghangatkan tubuh.
Popularitas di Berbagai Daerah
Meskipun identik dengan Jawa Timur, rawon juga populer di daerah lain seperti Surakarta dan Jawa Tengah. Setiap daerah memiliki sentuhan khas pada bumbu dan cara penyajiannya, tetapi esensi dari rawon tetap sama—kelezatan yang melintasi batas waktu dan tempat.
Membawa Warisan Kuliner ke Masa Depan
Rawon bukan sekadar makanan, melainkan representasi kekayaan budaya Indonesia. Gelar sebagai sup terenak di Asia tidak hanya membanggakan tetapi juga menjadi pengingat bahwa warisan kuliner ini harus terus dilestarikan.
Apakah Anda ingin merasakan sensasi membuat rawon di rumah? Berikut resep sederhana untuk mencoba masakan warisan leluhur ini.
Resep Rawon
Bahan:
- 750 gr daging sapi (sandung lamur)
- 2,5 liter air
- 1 sdt garam
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 4 batang serai, memarkan
- 15 lembar daun jeruk
- 4 lembar daun salam
- 4 sdm minyak goreng
- 4 batang daun bawang, iris 1 cm
Bumbu Halus:
- 8 buah keluak (ambil isinya)
- 12 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 12 buah cabai rawit merah
- 3 buah cabai merah besar
- 5 butir kemiri, sangrai
- 1 sdm ketumbar
- 3 cm jahe, bakar
- 2 cm kunyit, bakar
Pelengkap:
- 50 gr tauge pendek
- 4 butir telur asin, rebus
- Sambal terasi dan kerupuk udang
Cara Membuat:
- Masak daging dengan air hingga mendidih, buang kotoran yang muncul.
- Tambahkan garam, lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam. Rebus hingga daging empuk.
- Potong daging, sisihkan, lalu tumis bumbu halus hingga harum.
- Masukkan tumisan bumbu ke dalam kuah daging, masak hingga bumbu meresap.
- Sajikan rawon dengan pelengkap seperti tauge, telur asin, sambal, dan kerupuk.
Selamat menikmati sajian Nusantara yang kaya akan rasa dan sejarah ini. (**)