MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Andi Prabowo mengaku jengkel saat menyaksikan rekonstruksi penembakan anaknya oleh anggota Polrestabes Semarang, Robig Zaenudin.
Andi geram karena menurutnya masih banyak fakta yang belum terungkap dalam kasus penembakan yang menewaskan anaknya tersebut.
“Rekonstruksi tadi sih saya sendiri banyak yang jengkel,” ucap Andi usai memantau rekonstruksi di Jalan Candi Penataran Raya, Kota Semarang, Senin (30/12/2024).
Dia menilao saksi-saksi yang dihadirkan di rekonstruksi ini terkesan diarahkan. “Banyak yang diatur-atur, kayak saksi-saksi tadi kan banyak yang dia suruh seperti ini, seperti ini,” keluhnya.
Dalam rekonstruksi ini, tersangka dan kuasa hukumnya terlihat beberapa kali mengajukan protes karena terdapat perbedaan antara klaim tersangka dengan kesaksian para saksi.
Salah satunya memprotes perbedaan posisi dan jarak tembakan. Para saksi meyakini tersangka melesatkan tembakan pertama dalam jarak 8,3 meter, tetapi tersangka meyakini saat menembak berjarak 10 meter.
Yang lebih krusial memperdebatkan adegan para saksi mengendarai sepeda motor sambil membawa celurit.
Tersangka meyakini saat itu saksi mengacungkan celurit ke arah atas. Keterangan versi ini berbeda dengan yang terekam di kamera CCTV. (*)