MELIHAT INDONESIA – Mi instan termasuk makanan yang mudah dimasak dan punya beragam rasa yang disukai banyak orang, terutama anak-anak.
Namun kenyataannya, mi instan hanya mengandung sedikit nutrisi dan tidak baik jika dimakan setiap hari, lho. Simak informasi berikut ini ya.
- Kekurangan nutrisi
Satu porsi mi instan rasa ayam mengandung 188 kalori, 27 gram karbohidrat, 7 gram lemak, 891 gram sodium, 16 persen tiamin, 13 persen folat, 10 persen mangan, 9 persen zat besi, 9 persen niacin, dan 6 persen riboflavin dari Angka Kecukupan Gizi Harian (AKG). - Kelebihan MSG
Mi instan juga kaya Monosodium glutamat (MSG). Kadar MSG dalam mi instan memang masih dalam jumlah aman. Namun, makan terlalu banyak mi instan jelas tidak baik bagi kesehatan. Studi menunjukkan, konsumsi MSG terlalu banyak menyebabkan berat badan bertambah, sakit kepala, mual, dan tekanan darah tinggi. - Penyakit organ dalam
Selain MSG, mi instan juga kaya natrium atau garam. Satu porsi mi dapat memenuhi setengah asupan natrium harian. Padahal, natrium tidak hanya didapat dari mi instan. Sebuah penelitian kardiologi menyebut, asupan natrium berlebihan berkaitan dengan kerusakan organ dalam, hipertensi, kolesterol, penyakit jantung, dan stroke. - Tingkatkan gula darah
Mi instan terbuat dari tepung berjenis maida. Tepung ini lebih rendah serat dan nutrisi daripada tepung dari biji-bijian utuh. - Kerusakan hati
Sebagai bahan pengawet, mi instan dikemas dengan Tertiary butylhydroquinone (TBHQ) dan butylated hydroxyanisole (BHA) dalam jumlah kecil. Meskipun kadarnya sedikit, konsumsi bahan pengawet dalam mi instan untuk jangka panjang berbahaya bagi tubuh. Studi mengaitkan paparan kronis terhadap TBHQ menyebabkan kerusakan neurologis, peningkatan risiko limfoma, dan pembesaran hati. - Obesitas
Karbohidrat yang tinggi dalam mi instan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas jika dikonsumsi secara teratur, dikutip dari Radio Mirchi (1/3/2023). Penelitian menemukan orang yang makan mi instan lebih dari dua kali seminggu berisiko tinggi terkena sindrom metabolik. Kondisi ini memicu obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan kelebihan lemak di pinggang. - Risiko kanker
Beberapa produk mi instan mungkin dibungkus dengan kemasan yang dibuat dari bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA). Bahan itu berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker lambung. - Masalah pencernaan
Mi instan juga memicu masalah pencernaan karena rendah kandungan serat yang penting untuk pencernaan. Makanan ini juga bisa menyebabkan perut kembung, bergas, dan sembelit karena mi kaya natrium. Makan beberapa porsi mi instan dalam satu hari bisa membuat perut tidak nyaman dan buang air besar tidak teratur. - Kondisi mental memburuk
Mi instan diketahui bisa berdampak negatif pada kesehatan mental karena kandungan natrium yang tinggi. Sebab, senyawa itu dapat mengganggu keseimbangan zat kimia di otak. (*)