Sabtu, April 18, 2026

Menjenguk Bayi Ada Etikanya, Jangan Sembarangan!


MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Menjenguk bayi yang baru lahir adalah kebiasaan umum di berbagai budaya, termasuk di Indonesia. Momen ini sering dijadikan kesempatan untuk bertemu dengan kerabat atau teman dekat. Namun, ada etika tertentu yang harus diikuti, terutama jika dilakukan secara beramai-ramai

Sayangnya, tidak semua orang memahami etika menjenguk bayi, terutama di masa pandemi ini. Berikut adalah beberapa aturan yang perlu diperhatikan:

Hindari Menjenguk di Waktu Istirahat
Jam 11 siang hingga 3 sore adalah waktu krusial bagi ibu dan bayi untuk beristirahat, terutama bagi ibu yang baru melahirkan dan lelah setelah begadang semalaman. Oleh karena itu, pastikan untuk mengatur jadwal kunjungan terlebih dahulu agar tidak mengganggu waktu istirahat mereka.

Cuci Tangan dan Kaki Sebelum Menyentuh Bayi
Selalu cuci tangan dan kaki sebelum memasuki rumah atau menyentuh bayi, terutama di masa pandemi. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran kuman dan bakteri. Sebaiknya, hindari menyentuh atau menggendong bayi untuk menjaga kesehatan mereka dan memberikan rasa tenang kepada ibu.

Jangan Memberikan Pertanyaan atau Pernyataan Sensitif
Hindari pertanyaan atau pernyataan seperti, “Kemarin lahirannya normal atau operasi?” atau “Anakmu minum ASI atau susu formula?”. Pertanyaan semacam ini bisa membebani perasaan ibu yang baru melahirkan. Biarkan ibu berbagi cerita tentang pengalaman melahirkannya dengan nyaman tanpa merasa dihakimi.

Jangan Datang Beramai-ramai
Hindari datang menjenguk dengan terlalu banyak orang. Lebih dari 5 orang bisa sangat merepotkan, baik dari segi logistik maupun psikologis. Pertemuan yang lebih kecil dan intim akan lebih bermakna dan tidak akan membebani ibu yang baru melahirkan.

Mengapa Etika Penting?
Etika dalam menjenguk bayi sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan kesejahteraan ibu dan bayi. Ibu yang baru melahirkan sedang berada dalam fase pemulihan fisik dan emosional, dan bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan yang masih lemah. Dengan mengikuti etika yang tepat, kita dapat memberikan dukungan tanpa mengganggu privasi atau kesehatan mereka, sekaligus menunjukkan rasa hormat dan perhatian yang tulus. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.