Minggu, April 19, 2026

Huru-hara Skincare, Deddy Corbuzier Angkat Bicara, Telak Banget

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA Kisruh di dunia skincare semakin memanas, terutama setelah perseteruan antara Doktif dan Dr. Richard Lee. Masalah ini bermula ketika Dr. Richard Lee mengkritik Doktif yang sering membongkar hasil uji lab produk skincare yang ternyata overclaim, alias klaim kandungan yang tidak sesuai dengan hasil uji. Tindakan ini memicu balasan dari Doktif yang tidak hanya membalas kritikan, tetapi juga menyinggung urusan pribadi Richard Lee. Hingga kini, drama ini terus bergulir dengan semakin panasnya perseteruan mereka.

Kabar ini sampai ke telinga Deddy Corbuzier, yang tidak tinggal diam. Deddy, yang dikenal sebagai sosok yang sering berbicara tegas, tampak kesal dengan kejadian ini. Sebagai seorang figur publik yang memiliki pengaruh besar, Deddy merasa perlu untuk mengungkapkan pendapatnya terkait masalah ini. “Dokter tuh punya sumpah. Apa sumpahnya? Memperkaya diri? Jualan terbesar di TikTok? Ribut sama dokter, dokter antar dokter? Apa sumpahnya dokter?” ungkap Deddy, dalam sebuah video yang ia unggah di kanal YouTube pada Minggu, 22 Desember 2024.

Walaupun Deddy bukan seorang dokter, dia masih mampu mengingat salah satu bagian dari sumpah dokter yang berkaitan dengan profesionalisme dan kehormatan dalam menjalankan tugas. Deddy menyinggung bagaimana para dokter seharusnya menjaga martabat dan kehormatan profesinya, bukan justru terlibat dalam pertikaian yang merusak citra profesi mereka. “Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila. Sesuai dengan martabat pekerjaan saya,” tambahnya, menyebutkan bahwa ini seharusnya menjadi dasar bagi setiap dokter dalam menjalankan profesinya.

Deddy juga menyoroti sikap Doktif yang sering tampil dengan mengenakan topeng, yang menurutnya malah membingungkan publik. “Apa dengan doktif pakai topeng gitu? Kayak Batman gitu?” tanya Deddy dengan nada serius. Menurutnya, sebagai seorang profesional, seharusnya Doktif bisa lebih terbuka tentang identitasnya dan tidak perlu menyembunyikan dirinya di balik topeng. Hal ini menambah kontroversi dalam perseteruan yang sudah cukup panas antara kedua pihak tersebut.

Lebih lanjut, Deddy mengingatkan bahwa dalam dunia medis, sumpah dokter juga mencakup prinsip persaudaraan antar sesama sejawat. Sumpah ini mengajarkan bahwa dokter seharusnya saling merangkul dan membantu satu sama lain, terutama ketika menghadapi masalah. “Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai saudara kandung,” kata Deddy, mengutip sumpah dokter yang seharusnya menjadi pedoman setiap profesional medis. Namun, yang terjadi saat ini justru kebalikannya, di mana dua dokter saling menjatuhkan satu sama lain di media sosial dan melalui podcast.

Deddy menilai bahwa pertikaian antara Doktif dan Dr. Richard Lee hanya akan merugikan profesi dokter itu sendiri. Masing-masing pihak mencoba membela diri dengan alasan kebaikan masyarakat dan klaim keunggulan produk mereka, namun ini hanya memperburuk citra profesi medis yang seharusnya lebih terhormat. “Dokter sama dokter berantem. Satu ngatain Suneo, satu bertopeng. Berantem. Tapi kan dua-duanya punya pembelaan dong,” lanjut Deddy.

Deddy juga menyesalkan bagaimana para dokter kecantikan terlibat dalam pertikaian ini, sementara banyak dokter lain yang bekerja dengan sepenuh hati untuk melayani pasien tanpa menggembar-gemborkan kekayaan mereka. Ia merasa miris melihat fenomena ini, karena banyak dokter di luar sana yang justru memilih untuk menjual harta mereka demi membeli obat untuk pasien-pasien yang membutuhkan, bukan untuk mencari keuntungan semata.

Di balik semua drama ini, Deddy Corbuzier menegaskan bahwa perseteruan seperti ini hanya merusak citra dunia medis, yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga profesionalisme dan integritas. Deddy berharap agar para dokter, baik yang terlibat dalam perselisihan ini maupun yang tidak, bisa lebih mengedepankan kehormatan profesi mereka dan berfokus pada kepentingan masyarakat, bukan pada persaingan atau keuntungan pribadi.

Menurut Deddy, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama para profesional medis, agar mereka bisa lebih bijaksana dalam menyikapi masalah dan mengedepankan etika kerja yang baik. Baginya, tidak ada tempat untuk pertikaian di dunia medis, apalagi yang melibatkan pengaruh besar di media sosial, yang justru bisa merugikan banyak orang.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perhatian yang tertuju pada konflik ini. Publik semakin penasaran dengan bagaimana akhir dari perseteruan ini, dan apakah ada jalan keluar yang dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih damai dan menguntungkan semua pihak. Namun yang pasti, Deddy Corbuzier sudah mengungkapkan pandangannya dengan tegas dan jelas, berharap agar para profesional medis kembali kepada prinsip dasar profesinya.

Dengan segala kontroversinya, masalah ini tidak hanya menyangkut perselisihan pribadi, tetapi juga menyinggung soal integritas dan kehormatan dalam profesi medis. Deddy Corbuzier, sebagai seorang figur publik, mengingatkan semua pihak untuk kembali mengedepankan sumpah dokter yang menekankan pada pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menjaga citra baik profesi medis.

Sebagai penutup, Deddy berharap agar seluruh perseteruan ini bisa segera berakhir dan setiap pihak bisa menemukan jalan damai. Baginya, dunia medis harus menjadi tempat di mana dokter-dokter dapat bekerja dengan hati nurani, bukan dengan motivasi untuk mencari keuntungan pribadi atau merusak citra rekan sejawat. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.