MELIHAT INDONESIA, SOLO – Setiap orang yang memiliki keimanan yang sah telah dijanjikan oleh Allah akan masuk ke dalam surga. Namun, tingkat keimanan yang berbeda-beda membuat derajat mereka di surga dan proses masuknya pun tidak sama. Dalam Islam, terdapat tiga golongan orang beriman berdasarkan proses mereka masuk surga.
1. Masuk Surga Tanpa Hisab dan Azab
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa akan ada 70 ribu umatnya yang masuk surga tanpa hisab dan azab. Hal ini sebagaimana sabda beliau:
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ… وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
(Akan masuk ke dalam surga tanpa hisab dari umatku sebanyak tujuh puluh ribu… Mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah, tidak bertathayyur, tidak melakukan pengobatan kay, dan bertawakal kepada Tuhan mereka). (HR. Muslim no. 218)
Keutamaan ini diberikan kepada mereka yang mewujudkan tauhid dengan sempurna, yakni menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan, termasuk menjauhi syirik, bid’ah, dan maksiat.
2. Masuk Surga Setelah Melalui Hisab, Tanpa Diazab
Golongan ini terdiri dari orang-orang yang timbangan kebaikannya lebih berat daripada keburukannya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ… فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(Timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung). (QS. Al-A’raf: 8)
Hadis tentang bithaqah menggambarkan golongan ini, di mana seseorang diselamatkan karena memiliki kartu bertuliskan “lailahaillallah,” meskipun dosa-dosanya tercatat dalam lembaran panjang.
3. Masuk Surga Setelah Hisab dan Diazab
Golongan terakhir adalah mereka yang masih memiliki iman tetapi juga membawa banyak dosa besar. Setelah menjalani azab di neraka sesuai kadar dosanya, mereka akan dikeluarkan dan akhirnya masuk ke surga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ…
(Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan “lailahaillallah” dan dalam hatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat zarrah). (HR. Bukhari no. 7410, Muslim no. 193)
Bagi mereka, syafaat dari Rasulullah dan makhluk-makhluk Allah yang mulia menjadi penyebab utama keluarnya dari neraka. Golongan ini sering disebut Jahannamiyun, seperti yang dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari.
Perbedaan proses masuk surga ini mengingatkan umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan amal salih agar termasuk golongan yang mendapatkan keutamaan tertinggi, yakni masuk surga tanpa hisab dan azab. (**)