MELIHAT INDONESIA – Human Metapneumovirus (HMPV) sedang menjadi wabah di China. Namun, belakangan virus ini dideteksi sudah masuk ke Indonesia.
HPMV adalah virus pernapasan yang bisa menyebabkan gejala ringan seperti pilek, namun juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.
Meskipun HMPV tidak seberbahaya Covid-19, infeksi pada anak-anak, khususnya yang berusia di bawah dua tahun, tetap perlu diwaspadai.
Berikut risiko HPMV pada anak-anak, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil.
HMPV adalah virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas dan bawah, biasanya terjadi pada musim dingin dan semi.
Gejala yang ditimbulkan umumnya ringan, seperti batuk, demam, dan pilek.
Namun, bagi sebagian orang, terutama yang baru terinfeksi, HMPV bisa menyebabkan penyakit serius seperti bronkitis atau pneumonia.
Meski demikian, menurut Cleveland Clinic, HMPV tidak separah Covid-19, dan sebagian besar orang yang terinfeksi mengalami gejala ringan yang sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi.
Meski dapat terinfeksi HMPV lebih dari sekali, gejala cenderung lebih ringan setelah infeksi pertama.
Anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami gejala serius saat infeksi pertama karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang.
Anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius akibat infeksi HMPV.
Penelitian menunjukkan bahwa HMPV paling sering menginfeksi anak-anak di bawah usia lima tahun.
Gejala yang biasa muncul pada anak-anak meliputi batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Dalam beberapa kasus, infeksi HMPV bisa berkembang menjadi penyakit serius, seperti bronkiolitis atau pneumonia.
Menurut riset berjudul Human Metapneumovirus Infections in Children, anak-anak, terutama yang berusia di bawah dua tahun, sangat rentan terhadap infeksi telinga tengah akut (AOM) yang sering terjadi akibat infeksi HMPV.
Sekitar 61 persen anak di bawah usia tiga tahun yang terinfeksi HMPV mengalami kondisi ini.
Selain itu, tingkat infeksi HMPV pada anak-anak di bawah dua tahun bisa mencapai 7,6 persen, dengan puncak epidemi HMPV menyebabkan sekitar 7,1 persen dari semua infeksi saluran pernapasan pada kelompok usia ini.
Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi HMPV pada anak-anak meliputi kelahiran prematur dan paparan lebih sering terhadap anak-anak yang lebih tua atau yang terinfeksi.
Anak-anak bisa terinfeksi HMPV melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau benda-benda yang terkontaminasi virus.
Virus ini juga bisa menyebar melalui droplet yang keluar saat seseorang batuk atau bersin.
Menurut Economic Times, HMPV dapat menempel pada permukaan seperti gagang pintu, ponsel, atau mainan, dan masuk ke tubuh anak melalui tangan yang menyentuh wajah.
Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dekat, seperti berpelukan atau berbagi mainan dan peralatan makan.
Lingkungan padat seperti sekolah atau fasilitas perawatan anak memudahkan penyebaran HMPV karena interaksi intens antar anak.
Anak-anak di bawah dua tahun, yang lahir prematur, atau memiliki kondisi kesehatan lainnya, memerlukan perhatian khusus untuk mencegah infeksi HMPV. (*)