Senin, Juli 27, 2026

Blora Tawarkan Peluang Investasi Strategis dan Energi Baru di Forum Business Meeting 2025

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman memaparkan berbagai peluang investasi strategis di hadapan pelaku usaha nasional dalam ajang Business Meeting Kabupaten Blora 2025 yang digelar di Best Western Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2025). Forum bertema Strategi Promosi Investasi Blora ini menjadi wadah untuk memperkuat jejaring bisnis sekaligus menarik minat investor ke berbagai sektor unggulan daerah.

Acara tersebut menghadirkan Ketua Bidang XII BPP HIPMI Muhammad Aaron Annar Sampetobing, Ketua Kadin Blora, Pakar Bisnis Kadin Jawa Tengah, serta Sekretaris Daerah Blora Komang Gede Irawadi yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan terstruktur, memberi gambaran komprehensif mengenai arah pembangunan ekonomi Blora.

Dalam penyampaiannya, Bupati Arief menuturkan bahwa realisasi investasi Kabupaten Blora pada periode Januari–September 2025 telah mencapai Rp 1,6 triliun, berasal dari sektor industri makanan, pertanian, perkebunan, perdagangan, konstruksi, hingga mineral logam. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka pintu seluas-luasnya bagi investor, terutama di sektor energi.

“Kami akan promosikan potensi gas bumi yang besar ini kepada perusahaan-perusahaan di sektor migas. Blora punya peluang kuat untuk menjadi pusat energi yang mendukung kawasan industri,” tegas Mas Arief.

Masih dalam pemaparannya, Bupati Arief menyoroti potensi unggulan Blora di sektor peternakan. Populasi sapi yang terbesar di Jawa Tengah menjadi modal kuat untuk mengembangkan hilirisasi.

”Kita ingin menciptakan hilirisasi produk daging sapi di Blora, agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.

Dari sektor pangan, ia menjelaskan bahwa Blora merupakan penghasil padi nomor lima dan penghasil jagung nomor dua di Jawa Tengah. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan pabrik pakan ternak untuk memperkuat rantai pasok industri peternakan. Kombinasi antara produksi jagung yang melimpah dan populasi sapi yang besar menjadi peluang strategis untuk menarik industri pakan.

Lebih lanjut, Bupati Arief memaparkan rencana Pemerintah Kabupaten Blora bersama KADIN dalam merancang kawasan industri baru di wilayah Blora–Cepu. Kawasan tersebut dinilai memiliki keunggulan energi, aksesibilitas, serta kedekatan dengan pusat industri Jawa Timur.

“Hampir 50 persen wilayah Blora adalah kawasan hutan, termasuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDPK). Wilayah Blora–Cepu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri baru. Rencana ini akan kami konsultasikan dengan Kementerian Kehutanan,” jelasnya.

Acara ini juga dihadiri unsur pimpinan DPRD Kabupaten Blora dan para pimpinan OPD, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap percepatan investasi daerah.

Business Meeting Kabupaten Blora 2025 semakin meneguhkan komitmen Blora untuk tampil sebagai daerah ramah investasi, kompetitif, dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.