Kamis, Mei 28, 2026

Menag Santai Hadapi Kritik Media! “Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji”

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyatakan tidak pernah tersinggung ketika dirinya atau institusinya disorot secara negatif oleh media.

Ia menilai kritik justru menjadi sarana penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam Dialog Media Refleksi Kinerja Tahun 2025 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Nasaruddin, lebih banyak orang justru jatuh karena terlalu sering dipuji dibandingkan karena dikritik.

Ia mengatakan kritik harus disyukuri karena berfungsi sebagai pengingat agar tidak terlena.

Pesan tersebut juga ia sampaikan kepada para pejabat di lingkungan Kementerian Agama.

Nasaruddin meminta jajarannya agar tidak mudah tersinggung ketika menerima kritik dari publik maupun media.

Ia mengibaratkan kritik sebagai bisikan malaikat yang mengajak untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

Sebaliknya, pujian berlebihan disebutnya sebagai bisikan iblis yang dapat menyesatkan jika tidak disikapi dengan bijak.

Nasaruddin menegaskan pentingnya membedakan kritik yang membangun dengan pujian yang menjilat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kementerian Agama tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan utama.

Menurutnya, fokus utama adalah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Ia juga menegaskan dirinya tidak pernah terlena dengan berbagai penghargaan yang diterima Kemenag.

Nasaruddin menyebut pencapaian tersebut disikapi dengan tenang tanpa euforia berlebihan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.