Rabu, April 29, 2026

Masyarakat Peduli Pendidikan Anak Yogyakarta Kembalikan Buku Dari Penerbit Tiga Serangkai Solo

SURAKARTA – Aksi warga Solo yang mengembalikan sejumlah buku terbitan Tiga Serangkai soal ujaran kebencian Pak Ganjar kini ditiru Yogyakarta, Kamis 18 Februari 2021.

Mereka dari Masyarakat Peduli Pendidikan Anak Yogyakarta. Postingan itu kembali ramai di jagad dunia twitter.

Akun bernama DiniHrdianti mengunggah video soal gerakan protes itu.

Ada juga yang mengirimkan lewat paket.

“Sejumlah Warga Kembalikan Buku Ke Kantor Penerbit Tiga Serangkai Kali ini Forum masyarakat Peduli Pendidikan Anak Yogyakarta mengembalikan buku ke kantor penerbit Tiga Serangkai,sebagai bntuk keprihatinan jg kontrol dari masyarakat yg peduli pendidikan @DSutiyanti
@Gus_Raharjo,” tulis si pemilik akun.


https://twitter.com/DiniHrdianti/status/1362351551956873216?s=19

“Selain datang langsung ke kantor penerbit Tiga Serangkai Aksi warga mengembalikan buku jg di lakukan lewat kiriman paket. Aksi warga itu masih terkait kasus dugaan ujaran kebencian dalam buku pelajaran yg menyangkut nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. @podjiutami
@FaGtng,” postingnya lagi.

Berikut unggahannya:

“Kami dari Masyarakat Peduli Pendidikan Anak Yogyakarta, bermaksud mau mengembalikan buku terbitan Tiga Serangkai.

Intinya kami prihatin dan bermaksud memberikan kontrol kepada tim penyusun, termasuk perusahaan dalam hal ini sebagai penerbit untuk lebih berhati-hati dalam menebitkan dan memasarkan buku ini ke masyarakat,” tandas pria dalam video itu.

Untuk diketahui, Sejumlah warga kembali mendatangi kantor Penerbit Tiga Serangkai di Kota Solo, Rabu 17 Januari 2021.

Beberapa akun twitter telah memposting aksi mengembalikan buku itu.

“Bahaya kalo terus dibiarkan, nyusupin ujaran kebencian lewat buku pelajaran, makin miris itu buku agama, wajar jika warga kecewa dan waspada tiga serangkai. Ini semacam sanksi sosial biar gak terulang,” tulis akun Negativisme.

Penerbit Tiga Serangkai Klarifikasi
Penerbit Tiga Serangkai Solo klarifikasi kabar adanya nama Ganjar dalam soal buku mata pelajaran.

Untuk diketahui, ramai beredar di Twitter yang menyudutkan Penerbit Tiga Serangkai.

Di salah satu soal mata pelajaran itu, menyebut nama Pak Ganjar sebagai contoh.

Beberapa akun Twitter mengasosiakan nama Pak Ganjar dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

General Manager (GM) Penerbit Buku Tiga Serangkai, Admuawan menyampaikan, buku itu terbit kali pertama pada Tahun 2009.

“Tidak ada keterkaitan nama Pak Ganjar di buku agama kami dengan Pak Ganjar Pranowo Gubenur Jawa Tengah,” ucapnya, Selasa (9/2/2021).

Dia menyebut, buku itu cetak kali pertama pada 2009, lalu 2012 hingga pada cetakan terakhir 2020.

Menurutnya, di semua cetakan buku itu masih menyebut nama Pak Ganjar.

Hal itu lantaran belum ada perubahan kurikulum secara signifikan.

“Tadi pihak Pak Ganjar Pranowo melalui Kesbangpol dan Polresta Solo datang untuk meluruskan hal itu.

Kami tidak sama seperti yang ada di berita (media sosial) itu,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, pada tahun 2009 pihaknya sama sekali tidak berpikir mengenai Ganjar Pranowo.

“Waktu itu Pak Ganjar Pranowo belum jadi Gubenur Jawa Tengah.

Jadi, tidak ada kaitan buku kami dengan Pak Ganjar,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dampak adanya kabar di media sosial itu yakni berkait nama baik penerbit yang sudah berdiri sejak 1959 itu.

“Kita tidak akan ke sana (mengambil langkah hukum).

Yang penting clear saja.

Kita tidak mau mempermasalahkan atau bersengketa,” ungkapnya.

Pihaknya juga siap bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menjelaskan terkait adanya kabar di media sosial itu.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.