MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Hari Kamis (2/1/2025) genap 40 hari kematian Gamma Rizkynata Oktafandy, sisiwa SMKN 4 Semarang yang tewas ditembak polisi.
Keluarga korban bersama aktivis Kamisan menggelar doa lintas agama di depan Mapolda Jateng sembari menuntut aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kematian Gamma.
Dalam acara tersebut, keluarga Gamma terlihat berdiri memegang sekuntum bunga krisan. Di samping kanan kirinya, para aktivis berderet memegang lilin.
Di depan mereka ada yang menabur bunga sebagai simbol duka. Doa pun dipanjatkan, mulai dengan cara Islam, Kristen, dan lainnya.
“Semoga Gamma mendapat keadilan yang seadil-adilnya,” ucap Nur Salam selaku perwakilan keluarga.
Ia berharap agar Robig Zaenudin anggota Polrestabes Semarang penembak Gamma bisa dihukum seberat-beratnya.
Robig telah dijatuhi sanksi pemecatan berdasarkan hasil sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP)–meski Robig berupaya mengajukan banding.
Sisi lain, Robig telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat pasal berlapis Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan UU Perlindungan Anak.
Sebelumnya diberitakan, anggota Polrestabes Semarang, Robig Zaenudin diduga menembak sekelompok pemuda yang melintas dengan sepeda motor di Jalan Candi Penataran Raya pada Minggu (24/11/2024) dini hari.
Terdapat tiga orang yang tertembak, semua korban merupakan siswa SMKN 4 Semarang.
Korban Gamma tertembak di bagian pinggul hingga tewas, sementara korban A terserempet peluru di dada dan korban S tertembak di tangan. (*)