Senin, Mei 11, 2026

Akui Kecolongan, Begini Respon Disporapar Jateng Ihwal Piagam Palsu

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Penggunaan piagam palsu untuk menambah poin pada proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Semarang, tengah menjadi sorotan.

Legalisir pada piagam palsu yang menghebohkan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah (Disporapar Jateng).

Belakangan, Disporapar Jateng mengakui telah kecolongan atas legalisir piagam palsu yang digunakan untuk mendaftar pada SMA favorit melalui jalur prestasi tersebut.

“Permasalahan penggunaan piagam yang diduga palsu, yang diverifikasi kami, intinya ini menjadi pembelajaran buat kita, kita akan lebih berhati-hati lagi,” jelas Plh Disporapar Jateng Syurya Deta Syafrie saat di kantornya Jateng, Senin (1/7/2024).

Padahal pihaknya bermaksud mempermudah layananan kepada masyarakat tanpa mempersulit proses legalisir. Namun yang terjadi, Disporapar Jateng justru kecolongan.

Deta mengatakan, seluruh berkas persyaratan legalisir telah dipenuhi oleh CPD. Sehingga proses legalisir piagam pun dipermudah.

“Disporapar ini juga dalam tanda kutip bisa menjadi korban.”

“Karena ternyata yang kami lakukan adalah terlalu berpikiran positif, memberikan bantuan tidak ngangel-ngangel (mempersulit) orang-orang yang mengajukan perizinan,” ujarnya.

Deta mendapati piagam itu digunakan untuk mendaftar di sejumlah SMA Negeri di Kota Semarang.

Di antaranya SMA N 1 Semarang, SMA N 3 Semarang, SMA N 5 Semarang, dan SMA Negeri lainnya.

Faktanya, piagam kejuaraan internasional marching band di Malaysia memang diperoleh siswa SMP Negeri 1 Semarang sebagai juara 3. Namun dalam legalisir yang diajukan ke Disporapar diubah menjadi juara 1.

Pihaknya baru mengetahui temuan piagam palsu setelah mendapat aduan dari masyarakat.

Kini, pihaknya telah memanggil pihak sekolah dan pelatih marching band untuk melakukan klarifikasi.

“Surat pernyataan berisi pelatih menyatakan tidak menggunakan piagam tersebut karena meragukan keabsahannya, dan ngomong (mengatakan) piagam tidak sesuai hasil lomba (dipalsukan),” tegasnya.

Kemudian pihaknya telah menyerahkan persoalan itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah dan Inpekstorat untuk pendalaman lebih lanjut.

Dia pun mengimbau kepada orangtua untuk percaya diri dengan prestasi anak-anak mereka.

“Kalau memang tidak didapatkan ya jangan dibuat-buat, itu pembelajaran untuk anak-anak menjadi punya budi pekerti dan karakter baik.”

“Mau daftar sekolah dengan harus awal yang baik. Diawali dengan baik, dilaksanakan dengan baik, dan menghasilkan produk yang baik juga,” tandasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.