Oleh : Dzakiyyah Yumnatus Zahwa (Kelas 8 B SMP Muhammadiyah 1 Gombong)
MELIHAT INDONESIA – Praktikum merupakan kegiatan belajar yang berbentuk pengamatan terhadap percobaan atau pengujian di laboratorium yang diikuti dengan analisis dan penyimpulan terhadap hasil pengamatan tersebut. Pada praktikum kali ini, para siswa melakukan penilitian terhadap urin. Hal ini dilakukan guna mengetahui adanya glukosa pada urin.
Dikutip Buku IPA Kelas 8 terbitan Kemendikbud, urin sendiri merupakan cairan sisa hasil ekskresi ginjal yang keluar dari tubuh melalui proses urineasi. Sedangkan glukosa merupakan salah satu nutrisi penting dan diperlukan untuk tubuh.
Kandungan glukosa dalam urin dapat diketahui jika terjadi perubahan warna pada urin sebelum dan sesudah dipanaskan dengan Bunsen.
Perubahan warna pada urin terbagi menjadi 4 yaitu, 1 Biru/kehijauan, warna ini bisa ditandakan dengan negatif. 2. Hijau ke kuningan dan keruh, warna ini bisa ditandakan dengan positif +. 3. Kuning dan keruh, warna ini bisa ditandakan dengan positiif ++. 4. Jingga kuning keruh dan berlumpur, warn aini bisa ditandakan dengan positif +++. Perubahan warna urin sering kali disebabkan oleh obat-obatan, makanan, atau pewarna makanan tertentu.
Sebelum praktikum dimulai, para siswa membawa urin dari rumah menggunakan botol. Setibanya di sekolah, para siswa meletakkan urin di ruang laboratorium IPA. Sebelum praktikum dimulai para siswa memastikan bahwa alat dan bahan sudah tersedia.
Lantas, apa saja alat dan bahan yang perlu disiapkan? Alat dan bahan yang perlu disiapkan antara lain: 1 buah tabung reaksi, 1 buah penjepit, pipet tetes, 1 rak tabung, corong, pipet volume, lampu spirtus/Bunsen, beker glass, korek api, spatula. Dan bahannya yaitu: larutan benedict, urin pagi hari, spirtus.
Setelah disiapkan bahan dan alat-alat tersebut, para siswa melaksanakan praktikum. Para siswa menuangkan urin pagi hari ke dalam tabung reaksi, dan menutupnya dengan tisu, selanjutnya para siswa menyalakan Bunsen dengan bantuan guru. Pada saat sudah dinyalakan, para siswa bergantian memanaskan urin diatas Bunsen.
Jika sudah dipanaskan, tisu pada tabung reaksi dibuka dan para siswa memasukkan larutan benedict ke dalamnya. Setelah itu, terjadilah perubahan warna pada urin yang sudah dipanaskan dan diberikan larutan benedict. Para siswa pun mengamati perubahan pada urin.
Bagaimana Proses Perubahan Warna
Kemudian, apa sih yang dimaksud dengan negatif pada perubahan urin? Negatif pada perubahan urin berarti tidak terjadi perubahan pada urin dan menandakan bahwa urin itu normal, tidak pekat. Apa warna pada urin yang paling pekat? Warna yang paling pekat adalah jingga kuning keruh dan berlumpur.
Apa sih penyebab munculnya endapan pada urin ini? Ternyata, penyebab terjadinya urin ada 5, yaitu: 1. dehidrasi atau asupan cairan yang tidak memadai dapat menyebabkan urin menjadi pekat, sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya endapan; 2. Infeksi saluran kemih (ISK), yaitu salah satu penyebab paling umum dari endapan dalam urine; 3. Batu ginjal atau endapan mineral yang mengeras, yang dikenal sebagai batu ginjal, dapat terbentuk di ginjal atau kandung kemih dan menyebabkan endapan dalam urine; 4. Gangguan metabolisme yaitu kondisi metabolic tertentu, seperti hiperkalsiuria (kalsium berlebih dalam urin) atau hiperurikosuria (kadar asam urat tinggi dalam urin) dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap pembentukan endapan urin; 5. Obat-obatan dan suplemen, karena beberapa obat-obatan atau suplemen makanan dapat memengaruhi komposisi urin dan mempercepat pengendapan.
Dalam praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa perubahan warna pada urin terjadi karena reaksi benedict sensitive karena larutan sakar dalam jauh sedikit, menyebabkan perubahan warna dari seluruh larutan hingga praktis lebih mudah mengenalnya hanya terlihat sedikit endapan pada dasar tabung. Uji benedict lebih peka karena benedict bisa dipakai untuk menafsir kadar glukosa secara kasar. Karena dengan sebagai kadar glukosa memberikan warna yang berlainan. (**)