Rabu, April 29, 2026

Apa Yang Terjadi Jika Seorang Muslim Tidak Sholat?

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Tidak melaksanakan sholat adalah tindakan yang membawa seseorang pada kerugian besar. Dalam ajaran Islam, sholat dipandang sebagai tiang agama yang tak bisa diabaikan. Namun, jika ada Muslim yang tidak menjalankan ibadah ini, hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mereka perlu didoakan agar kembali ke jalan yang benar.

Dalam sebuah sesi di kanal YouTube @GARAPPANDEGLANG, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa mereka yang tidak sholat jelas berada dalam bahaya. Namun, penting untuk memperhatikan juga mereka yang sholat tetapi masih mengalami kesulitan dalam hidup.

“Kalau ada yang tidak sholat, doakan agar kembali. Namun, jika ada yang sholat dan tetap celaka, itu yang merugikan. Apa yang salah?” ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi menjelaskan bahwa salah satu alasan seseorang tetap celaka meskipun sholat adalah karena kelalaian dalam menjalankan ibadahnya. Kelalaian ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah ketidakseriusan dalam menghadirkan hati saat sholat. “Ada orang yang sholat tapi lalai, dan Al-Qur’an menyebutkan bahwa akan ada orang yang riya dalam sholatnya,” jelasnya.

Riya adalah penyakit hati yang dapat merusak ibadah. Sholat yang seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah bisa kehilangan pahalanya jika dilakukan dengan niat untuk pamer atau mendapatkan pujian dari manusia. “Riya ini dapat menghancurkan pahala dan mengurangi nilai ibadah kita di sisi Allah,” tegasnya.

Ustadz Adi mengingatkan bahwa sholat yang dilakukan dengan niat riya bukan hanya sia-sia, tetapi juga berbahaya bagi keimanan. “Jika kita sholat hanya untuk dilihat orang lain, itu adalah bentuk kelalaian yang besar. Ini yang membuat sholat kita tidak diterima oleh Allah,” tambahnya.

Lebih jauh, Ustadz Adi menekankan pentingnya memurnikan niat dalam sholat, hanya untuk Allah semata. Jika seseorang terus-menerus sholat dengan niat yang salah, mereka tidak akan merasakan keberkahan dari ibadah tersebut. “Sholat harus diniatkan hanya untuk Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sholat yang dilakukan tanpa kekhusyukan bisa membuat seseorang tetap merasa celaka, meskipun mereka melaksanakan ibadah secara rutin. “Jangan sampai kita sholat lima waktu, tetapi tetap merasa celaka karena tidak menjalankannya dengan benar. Ini yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Salah satu cara memastikan bahwa sholat tidak menjadi sia-sia adalah dengan berusaha meningkatkan kekhusyukan dalam setiap rakaat. “Kekhusyukan adalah kunci agar sholat kita diterima oleh Allah. Tanpa kekhusyukan, sholat kita hanya menjadi gerakan fisik tanpa makna,” tuturnya.

Ustadz Adi juga menekankan bahwa sholat seharusnya menjadi momen introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah. “Setiap kali kita sholat, itu adalah kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Jangan sia-siakan kesempatan ini dengan kelalaian,” pesannya.

Ia mengajak umat Islam untuk selalu memurnikan niat dalam setiap ibadah, terutama sholat. Dengan demikian, sholat akan memberikan dampak positif dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.

“Niatkan setiap ibadah hanya untuk Allah, dan kita akan merasakan keberkahannya dalam hidup,” jelasnya.

Sholat yang dilakukan dengan khusyuk dan niat yang benar, menurut Ustadz Adi, akan membawa seseorang kepada kehidupan yang lebih baik. “Orang yang sholat dengan benar akan merasakan ketenangan dalam hidupnya, karena ia selalu mengingat Allah dalam setiap langkahnya,” tutup Ustadz Adi Hidayat. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.