MELIHAT INDONESIA, SLAWI – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal nomor urut 1, Bima Eka Sakti dan Muhammad Syaiful Mujab, terus gencar menyambangi masyarakat.
Tidak hanya menyapa para pendukungnya, keduanya bahkan mendatangi daerah-daerah yang dianggap basis pendukung lawan dalam Pilkada Tegal 2024.
Bima Sakti melakukan safari politiknya setelah Isya, dengan mengunjungi beberapa desa di Kecamatan Lebaksiu.
Diawali di Desa Dukuhlo, dilanjutkan ke Desa Kajen, dan berakhir di Desa Slarang Kidul, Bima menyapa warga dengan suasana hangat.
Saat berdialog dengan warga Dukuhlo, Bima memperkenalkan dirinya dan Syaiful Mujab sebagai pasangan calon pemimpin muda yang memiliki semangat tinggi meski terbatas secara finansial.
“Kami ini pasangan anak muda yang ingin berkontribusi untuk Tegal, meskipun kami tidak punya modal besar,” ujar Bima kepada warga.
Di Desa Kajen, Bima kembali membagikan kisah perjuangannya dan Syaiful. Di tengah pidato, ia menyapa Syaiful Mujab melalui video call, yang saat itu juga tengah bersilaturahmi dengan warga di Desa Purbasana, Kecamatan Tarub.
Keakraban dan kekompakan pasangan ini terlihat jelas di hadapan warga.
Pada kunjungan ketiganya di Desa Slarang Kidul, Bima tiba sekitar pukul 22.00 WIB dengan mobil yang dihiasi gambar dirinya bersama Syaiful dan nomor urut 1.
Kedatangannya disambut hangat oleh warga, terutama para ibu yang antusias bersalaman dan berfoto bersama.
Lagu “Selamat Datang Kader Militan” terdengar sayup-sayup mengiringi langkahnya saat ia berkeliling menyapa masyarakat.
Di hadapan ratusan warga yang berkumpul, Bima menyampaikan pidato sekitar 40 menit. Ia mengenang awal mula deklarasi pasangan Bima-Mujab yang saat itu dianggap remeh karena hanya didukung satu partai politik, sementara lawan mereka memiliki dukungan koalisi dari 12 partai.
Namun, mendekati hari pemilihan, Bima mengaku semakin yakin bahwa dirinya kini juga didukung oleh koalisi rakyat yang bersatu.
Pasangan Nol Rupiah, Modal Silaturahmi
Bima juga mengungkapkan bahwa pasangan mereka adalah pasangan “nol rupiah,” tanpa mahar untuk partai politik yang mendukungnya.
“Mungkin kami ini pasangan Pilkada dengan modal uang terkecil, tapi kami yakin silaturahmi langsung kepada masyarakat adalah kekuatan kami,” ungkap Bima yang merupakan mantan ASN di Pemprov Jawa Tengah.
Dia menegaskan bahwa, meski tak memiliki kemampuan untuk memberi “serangan fajar” berupa amplop, mereka tetap berkomitmen mematuhi aturan pemilu. “Kami tidak punya, dan kami tidak mau melanggar aturan,” imbuhnya tegas.
Harapan Warga untuk Bima-Mujab
Dewi, warga Desa Slarang Kidul, menaruh harapan besar pada pasangan Bima-Mujab. Ia terkesan pada semangat muda dan kecerdasan keduanya.
“Saya mendukung dan mendoakan Mas Bima-Mujab untuk menang di Pilkada Tegal. Meski modalnya kecil, yang penting mereka didukung rakyat,” tandas Dewi penuh semangat.
Dukungan terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat, yang berharap pasangan muda ini dapat membawa perubahan bagi Kabupaten Tegal. (*)