Kamis, April 16, 2026

Harga Plastik Melambung Tinggi, Moment Kita Untuk Lepas Dari Keberadaannya?

Hidup berdampingan dengan plastik sudah benar-benar membuat kita menjadi ketergantungan. Sedikit-sedikit pakai kantong anti air itu. Tidak masalah sih jika penggunaannya tidak sekali pakai. Tapi kalau dalam kasus penggunaannya sebagai kemasan dari setiap jajan yang kita beli, jelas sudah kantong plastik jadi andalan untuk menentengnya agar selamat sampai masuk ke mulut kita.

Itu yang perlu kita rubah sedikit demi sedikit, karena setelah menggunakannya berujung menjadi sampah saja. Ya betul saja jika sudah kena saus, bumbu lainnya atau minyak, kita pasti ogah menggunakannya lagi. Itu mengapa sampah plastik menumpuk dari waktu ke waktu, hingga membuat bumi kita kewalahan karena dia tipe sampah yang sulit dicerna oleh perut bumi.

Padahal plastik ini perlu waktu 1.000 tahun lamanya untuk bisa diuraikan dan menyatu dengan tanah. Bayangkan saja plastik hari ini bekas semua umat di muka bumi belum hancur lebur di tanah, sudah ditambahi lagi dengan konsumsi plastik besok dan seterusnya. Membludak pasti, dampaknya sendiri bisa mempengaruhi kesehatan kita dan berbagai hal lainnya.

Maka dari itu, menjadi kesempatan yang langka di tengah perang Iran-Israel ini, plastik menjadi mahal harganya. Tentu kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan plastik di dalam keseharian kita. Kita tidak bisa sih putus hubungan dengan plastik, karena memang dia sudah menjadi bagian dari hidup kita. Tapi setidaknya kita bisa mengurangi penggunaannya.

Lalu bagaimana caranya? Ada 1001 cara untuk menjalankan visi besar itu. Diantaranya kita “back to nature”, seperti yang tengah viral di media, menggunakan daun pisang. Banyak jenis daun yang bisa digunakan untuk packaging makanan, bukan hanya daun pisang tentunya.

Di lain sisi kita bisa menggunakan plastik yang bukan sekali pakai. Misalnya kita membawa tumbler sendiri saat ingin menikmati kopi dari coffee shop, membawa wadah makan saat membeli cemilan hingga membawa keranjang saat berbelanja ke pasar maupun supermarket.

Itu tidak mudah sih tapi ya namanya usaha untuk masa depan yang lebih baik, jadi memang harus dibiasakan agar jadi hal normal ke depannya.

Plastik tidak mungkin bisa lenyap dari hidup kita, karena fungsinya membantu kita. Keberadaannya sudah seperti tetangga kita, hanya saja dia benda mati. Selain memudahkan kita sebagai kantong ataupun wadah yang praktis, dia juga anti air dimana tidak mudah rusak hanya karena terkena air hujan di luar sana.

Dalam upaya mengurangi plastik ini, penjual maupun pelaku usaha tentu akan merasakan dampaknya. Namun apa boleh buat, di kondisi seperti ini kita harus ambil jalan tengahnya karena dampak baiknya akan dirasakan semua manusia di muka bumi ini.

Kerugian sedikit nanti kita coba cari solusinya ya sodara-sodara, beralih menyediakan stok plastik yang versi tidak sekali pakai misal dan ide solutif lainnya. Karena semua bisa diatasi bersama, mari selamatkan bumi dari plastik terlebih dahulu untuk masa depan yang lebih baik.

Harga Plastik Melambung Tinggi, Moment Kita Untuk Lepas Dari Keberadaannya?

Hidup berdampingan dengan plastik sudah benar-benar membuat kita menjadi ketergantungan. Sedikit-sedikit pakai kantong anti air itu. Tidak masalah sih jika penggunaannya tidak sekali pakai. Tapi kalau dalam kasus penggunaannya sebagai kemasan dari setiap jajan yang kita beli, jelas sudah kantong plastik jadi andalan untuk menentengnya agar selamat sampai masuk ke mulut kita.

Itu yang perlu kita rubah sedikit demi sedikit, karena setelah menggunakannya berujung menjadi sampah saja. Ya betul saja jika sudah kena saus, bumbu lainnya atau minyak, kita pasti ogah menggunakannya lagi. Itu mengapa sampah plastik menumpuk dari waktu ke waktu, hingga membuat bumi kita kewalahan karena dia tipe sampah yang sulit dicerna oleh perut bumi.

Padahal plastik ini perlu waktu 1.000 tahun lamanya untuk bisa diuraikan dan menyatu dengan tanah. Bayangkan saja plastik hari ini bekas semua umat di muka bumi belum hancur lebur di tanah, sudah ditambahi lagi dengan konsumsi plastik besok dan seterusnya. Membludak pasti, dampaknya sendiri bisa mempengaruhi kesehatan kita dan berbagai hal lainnya.

Maka dari itu, menjadi kesempatan yang langka di tengah perang Iran-Israel ini, plastik menjadi mahal harganya. Tentu kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan plastik di dalam keseharian kita. Kita tidak bisa sih putus hubungan dengan plastik, karena memang dia sudah menjadi bagian dari hidup kita. Tapi setidaknya kita bisa mengurangi penggunaannya.

Lalu bagaimana caranya? Ada 1001 cara untuk menjalankan visi besar itu. Diantaranya kita “back to nature”, seperti yang tengah viral di media, menggunakan daun pisang. Banyak jenis daun yang bisa digunakan untuk packaging makanan, bukan hanya daun pisang tentunya.

Di lain sisi kita bisa menggunakan plastik yang bukan sekali pakai. Misalnya kita membawa tumbler sendiri saat ingin menikmati kopi dari coffee shop, membawa wadah makan saat membeli cemilan hingga membawa keranjang saat berbelanja ke pasar maupun supermarket.

Itu tidak mudah sih tapi ya namanya usaha untuk masa depan yang lebih baik, jadi memang harus dibiasakan agar jadi hal normal ke depannya.

Plastik tidak mungkin bisa lenyap dari hidup kita, karena fungsinya membantu kita. Keberadaannya sudah seperti tetangga kita, hanya saja dia benda mati. Selain memudahkan kita sebagai kantong ataupun wadah yang praktis, dia juga anti air dimana tidak mudah rusak hanya karena terkena air hujan di luar sana.

Dalam upaya mengurangi plastik ini, penjual maupun pelaku usaha tentu akan merasakan dampaknya. Namun apa boleh buat, di kondisi seperti ini kita harus ambil jalan tengahnya karena dampak baiknya akan dirasakan semua manusia di muka bumi ini.

Kerugian sedikit nanti kita coba cari solusinya ya sodara-sodara, beralih menyediakan stok plastik yang versi tidak sekali pakai misal dan ide solutif lainnya. Karena semua bisa diatasi bersama, mari selamatkan bumi dari plastik terlebih dahulu untuk masa depan yang lebih baik.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.