Rabu, Mei 27, 2026

Istimewanya Dendeng Daging Rusa Merauke

MELIHAT INDONESIA – Dendeng daging rusa, hidangan yang terbuat dari irisan tipis daging rusa yang kemudian diasinkan atau diasap, kemudian dikeringkan.

Proses pengeringan ini bertujuan untuk memperpanjang masa simpan daging dan memberikan tekstur yang kering dan renyah.

Dendeng daging rusa sering kali diberi bumbu-bumbu seperti gula, garam, merica, dan rempah-rempah lainnya sebelum dikeringkan, sehingga memberikan rasa yang kaya dan gurih.

Dendeng daging rusa dapat disajikan sebagai camilan atau pelengkap makanan lainnya.

Menukil indonesiakaya.com membicarakan dendeng, sudah pasti langsung terlintas olahan ala Minangkabau. Ya, dari Sumatra Barat sendiri sudah ada beberapa jenis dendeng, dendeng balado, dendeng batokok, dendeng baracik, dan dendeng lambok.

Dari Jawa Timur ada dendeng ragi serundeng dengan cita rasa yang cenderung lebih manis. Dari Pelabuhan Ratu malah ada yang menggunakan daging ikan, namanya dendeng layur.

Jawa Barat punya sebutan lain untuk olahan serupa dendeng yakni gepuk. Ada pula dendeng bumbu laos pendamping nasi jamblang, kuliner khas Cirebon.

Seiring berkembangnya zaman, inovasi dendeng juga makin bervariasi. Tidak hanya sebatas daging merah, mulai dari ikan, jeroan seperti paru, hingga tempe atau jantung pisang pun ada versi dendengnya.

Namun yang paling khas dari sisi timur Indonesia adalah dendeng yang berasal dari daging rusa. Ya, dendeng rusa adalah salah satu kuliner khas dari Merauke, Papua.

Tidak hanya sebatas daging merah, mulai dari ikan, jeroan seperti paru, hingga tempe atau jantung pisang pun ada versi dendengnya.

Dendeng Rusa Merauke

Merauke, yang dikenal dengan slogannya “Izakod Bekai Izakod Kai” (Satu Hati Satu Tujuan), terletak di daerah pesisir dan berbatasan langsung dengan laut lepas menuju negara tetangga, Australia. Bagi pencinta kuliner, Merauke menawarkan hidangan khas yang layak dicicipi, yaitu dendeng.

Berbeda dengan dendeng pada umumnya yang menggunakan daging sapi, dendeng di Merauke menggunakan daging rusa. Meskipun rasa keduanya tak terlalu jauh berbeda, daging rusa cenderung lebih kenyal setelah dimasak.

Populasi rusa yang cukup di Merauke membuat dendeng berbahan dasar daging rusa menjadi spesialitas kota ini.

Banyak penjual dendeng menawarkan paket dendeng bungkusan untuk diolah kembali nantinya sebagai oleh-oleh. Bagi yang ingin menikmati daging rendah kalori, dendeng rusa bisa jadi alternatif.

Konon, kandungan proteinnya tinggi, yakni mencapai 27,6%, menjadikannya pilihan sehat.

Rusa timor (Cervus timorensis) yang dibawa oleh Belanda pada tahun 1928 menjadi asal muasal populasi rusa di Merauke.

Di Merauke, pengolahan dendeng rusa banyak diproduksi di Jl. Ahmad Yani, tepatnya di Gang Golkar. Tempat ini menjadi salah satu pusat pengolahan dendeng dan abon rusa yang terkenal di Merauke.

Selain dendeng, di sini juga diproduksi abon rusa. Abon dibuat dari daging rusa dan santan kelapa. Rasanya gurih dengan campuran bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, gula, daun salam, serai dan juga lengkuas.

Sedangkan untuk dendeng rusa, proses pengolahannya hampir sama dengan daging sapi. Daging rusa diiris tipis hingga berbentuk lembaran, kemudian direndam dalam air garam yang sudah dicampur dengan bumbu lain seharian.

Setelah itu daging dijemur hingga kering dibawah sinar matahari. Proses ini membuat daging rusa menjadi setengah matang.

Baik abon maupun dendeng, keduanya sama-sama enak disantap dengan nasi putih hangat. Selain oleh-oleh daging rusa, wisatawan juga bisa menemukan banyak penjual sate rusa di sepanjang jalan Kota Merauke yang juga tak kalah lezat. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.