Jumat, April 17, 2026

Jatuh Bangun Si Kurus Kurniawan Dwi Yulianto: Karier Nyaris Hancur, Kini Bawa Como 1907 ke Serie A

MELIHAT INDONESIA – Legenda hidup sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto menorehkan prestasi di tengah euforia penampilan timnas U23 di Piala Asia.

Mantan pemain timnas Indonesia yang berjuluk Si Kurus, turut mengantarkan klub sepak bola Italia, Como 1907, ke Serie A.

Saat ini, Kurniawan ‘Si Kurus’ Dwi Yulianto menjabat sebagai asisten pelatih.

Como 1907 berhasil promosi ke Serie A, kasta tertinggi Liga Italia, setelah bermain imbang dengan Cosenza 1-1 di laga pamungkas Serie B, Sabtu (11/5/2024) dini hari.

Hebatnya, klub milik pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara, saat ini diasuh oleh mantan penyerang timnas, Kurniawan Dwi Yulianto.

Perjalanan Si Kurus kelahiran Magelang, 13 Juli 1976, tidaklah mulus.

Jatuh bangun ia alami sepanjang kariernya di sepak bola.

Pernah di Italia

Bermula dari Diklat Salatiga, bakat Kurniawan dalam mengolah kulit bundar membawanya ke Negeri Pizza.

Si Kurus waktu itu masuk dalam program kerja sama PSSI dengan Sampdoria, Primavera.

Di Italia, Kurniawan merasakan atmosfer sepak bola Eropa melalui tim junior Sampdoria.

Prestasinya membuka pintu bagi kariernya yang gemilang di klub-klub Indonesia seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.

Keberhasilannya dalam mencetak gol tidak hanya di level klub, tetapi juga di level internasional, membuatnya menjadi legenda hidup Timnas Indonesia.

Karier nyaris hancur karena narkoba

Akhir tahun 1990-an adalah masa-masa paling sulit bagi Kurniawan.

Terjerat narkoba, karier bolanya nyaris hancur.

Namun, ia berhasil melaluinya dan kembali ke jalur yang semestinya.

Hal itu dibuktikan dengan menjadi pencetak gol kedua terbanyak untuk Timnas Indonesia.

Karier kepelatihan

Seusai gantung sepatu, Kurniawan mulai meniti karier sebagai pelatih.

Mulai dari Chelsea Soccer School Indonesia hingga menjadi asisten pelatih untuk Timnas Indonesia U23, Kurniawan terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Kerja keras dan kecintaan Kurniawan akan sepak bola membawnya kembali ke Italia sebagai asisten pelatih untuk Como 1907 di Serie B pada 2022.

Hal itu membawanya bekerja dengan pemain-pemain dan pelatih-pelatih ternama, menambah babak baru dalam karier kepelatihannya.

Prestasinya mengantarkan Como 1907 promosi ke Serie A musim depan, setelah 21 tahun klub itu absen di kasta tertinggi, menjadi bukti bahwa tekad dan kerja kerasnya mampu mengangkat sebuah klub tampil di kasta tertinggi salah satu liga terbaik di dunia.

Selain kontribusinya di lapangan hijau, Kurniawan juga terlibat dalam investigasi tragedi Kanjuruhan sebagai anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Keberanian dan ketulusannya dalam mencari kebenaran menunjukkan bahwa kepribadian dan integritasnya tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. (tim)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.