Sabtu, Mei 2, 2026

Katarak pada Bayi, Apakah Benar Terjadi?

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Katarak dikenal sebagai masalah mata yang sering dialami oleh orang tua, tetapi pada beberapa kasus, bayi baru lahir juga dapat mengalaminya. Kondisi ini disebut sebagai katarak kongenital. Katarak kongenital terjadi ketika lensa mata bayi menjadi keruh sejak lahir, baik pada salah satu maupun kedua matanya. Jika tidak ditangani dengan segera, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang serius atau bahkan kebutaan.

Secara normal, lensa mata berfungsi membiaskan cahaya ke retina untuk memberikan penglihatan yang jelas. Namun, katarak membuat lensa menjadi buram, sehingga cahaya sulit diteruskan dengan baik. Akibatnya, penglihatan bayi terganggu sejak awal kehidupannya.

Gejala Katarak pada Bayi yang Perlu Dikenali
Katarak kongenital sering kali tidak terlihat langsung oleh orang tua. Gejalanya baru tampak setelah bayi menjalani pemeriksaan mata oleh dokter. Tanda-tanda katarak pada bayi meliputi:

  • Respons bayi terhadap cahaya tampak berkurang.
  • Mata terlihat keputihan jika terkena cahaya.
  • Kesulitan mengenali warna.
  • Gerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus).

Apa Penyebab Katarak Kongenital?
Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Faktor Genetik
    Kelainan genetik, seperti sindrom Down atau gangguan metabolik seperti galaktosemia, dapat mengganggu pembentukan lensa mata.
  2. Infeksi Saat Kehamilan
    Jika ibu mengalami infeksi TORCH, campak, atau cacar air saat hamil, risiko bayi terkena katarak kongenital meningkat.
  3. Prematuritas
    Bayi prematur lebih berisiko karena lensa matanya belum berkembang sempurna saat lahir.
  4. Pengaruh Obat-obatan
    Penggunaan antibiotik tertentu, seperti tetracycline, oleh ibu selama kehamilan juga dapat memengaruhi pembentukan lensa mata bayi.
  5. Cedera atau Paparan Radiasi
    Cedera pada mata atau paparan radiasi sebelum atau saat kelahiran dapat menyebabkan kerusakan pada lensa mata.

Bagaimana Katarak Kongenital Didiagnosis?
Deteksi dini sangat penting untuk menangani kondisi ini. Pemeriksaan fisik oleh dokter anak sering kali menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi katarak. Selanjutnya, bayi akan dirujuk ke dokter mata untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam, seperti oftalmoskopi, CT scan, atau USG mata.

Pada anak yang lebih besar, tes ketajaman penglihatan dapat dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana katarak memengaruhi penglihatannya.

Pilihan Penanganan Katarak pada Bayi
Operasi katarak menjadi solusi utama jika katarak cukup parah dan menyebabkan gangguan penglihatan. Dalam prosedur ini, lensa mata yang rusak diangkat dan diganti dengan lensa buatan. Namun, setelah operasi, bayi biasanya membutuhkan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatan.

Pentingnya Deteksi Dini
Sebagai orang tua, penting untuk memantau perkembangan mata bayi sejak dini. Deteksi awal dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut, termasuk kebutaan permanen dan gangguan tumbuh kembang.

Dengan perawatan medis yang tepat, bayi dengan katarak kongenital memiliki peluang untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik, memungkinkan mereka menjalani masa tumbuh kembang dengan optimal. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.