Sabtu, April 18, 2026

Keluarga Itu Segalanya

Siapa yang tidak senang melihat keluarga harmonis dan lengkap, ada anak, ibu dan bapak? Saya rasa semua menginginkannya. Tapi tidak semua bisa merasakannya, karena bermacam-macam alasannya.

Pada akhirnya mereka yang tidak bisa mencecap kehangatan keluarga menyangkal keras, bahwa pernyataan keluarga adalah segalanya itu “just a bullshit”. Mulut boleh saja mengatakan itu bullshit atau sumpah serapah lain. Tapi kalau diperlihatkan potret kebersamaan sebuah keluarga apalagi fenomena tentang kehidupan bahagia mereka, hati mana yang bisa bohong?

Kita butuh mereka, karena mereka lah penyeimbang hidup. Tidak melulu tentang DNA dan adanya keterkaitan darah, karena semua melebur jika ada cinta dan sayang yang melingkupi hati. Walau lingkungan sudah diisi oleh banyaknya polemik rumah tangga, tidak membuat teman saya jera untuk mewujudkan cita-citanya membangun keluarga yang penuh cinta.

Satu patokannya saat dia melihat potret Ganjar Pranowo dan keluarga. “Aku besok akan punya sebuah keluarga yang seperti ini!” tandasnya penuh keyakinan. Aku hanya bisa mengamininya sambil melihat prosesnya. Pun saat saya cerita 24 tahun Ganjar membangun bahtera rumah tangganya bersama Siti Atikoh.

Mustahil jika tidak pernah ada masalah yang menyergap mereka. Karena sejatinya manusia itu tidak ada yang sempurna, maka dalam menjalani kehidupan bersama ketidaksempurnaan itu semakin nampak jelas. Dan di sana banyak celah yang menyusupi perjalanan kehidupan rumah tangga Ganjar dan Atikoh. Tapi keduanya punya kontrol diri yang baik.

Apalagi saat menjalani amanah sebagai pelayan rakyat. Waktu untuk keluarga jelas terforsir banyak, interaksi jelas berkurang namun menjaga komunikasi adalah kuncinya. Ya seperti halnya saat menjabat sebagai Gubernur di Jawa Tengah. Rumah dinas saya kira hanya sebagai tempat tidur dan berkumpulnya dengan keluargaga saja. tapi ternyata pekerjaan Ganjar juga diboyong ke sana.

Setiap hari rumah dinasnya itu menjadi tempat singgah banyak orang. Bukan menginap melainkan tempat untuk berkerja. Entah didatangi para investor dalam negeri maupun luar negeri yang menawarkan kerja sama, atau malah dikunjungi warganya dari berbagai daerah asalnya. Ada dari kalangan seniman, pedagang sampai komunitas-komunitas difabel.

Rumah dinas memang hanya sebagai tempatnya singgah melepas lelah, selain itu fungsinya untuk menerima tamu dari manapun datangnya. Meskipun begitu, tidak membuat Ganjar kehilangan kehangatan keluarga, karena istri dan anaknya selalu siap dalam kondisi apapun mendampinginya dalam melayani rakyat.

Alam Ganjar, sang anak bahkan pernah menuturkan kepadanya langsung agar Ganjar tidak hanya menjadi sandaran tapi dia juga punya sandaran sendiri, yakni dia dan Siti Atikoh. Bahkan, kerap kali mereka juga ikut bergotong-royong melayani rakyat dalam berbagai bidang. Ya begitulah keluarga, suasah ikut suasah, senang ikut senang, tidak hanya memberi ataupun menerima tapi harus ada semuanya. 

Satu tindakan nyatanya diwujudkan Alam lewat hal sederhana tapi super cheezy, merenyuhkan perasaan. Datangnya saat ulang tahun pernikahan Ganjar dan Atikoh ke-24. Bukan yang super mewah, liburan ke tempat yang keren dam mewah. Hanya dinner bareng kedua orang tuanya, sedikit surprise di tengah temaramnya lampu kota dan sebucket bunga menambah romantisme malam itu. Ucapan selamat sudah berhasil membawa keluarga kecil mereka ke berbagai perjalanan tersiar dari semua orang. Doa terlantun untuk kebahagiaan dan kesehatan mereka.   

Waktunya untuk keluarga boleh kurang, tapi yang namanya cinta, kasih dan sayang tidak akan pernah luntur tetap utuh seiring bertambahnya waktu. Tak heran Ganjar itu selalu menempatkan keluarga di barisan pertama, karena tanpa mereka dia tidak bisa menjalankan amanah dengan baik. Pun dengan rakyat yang menjadi tuannya, tanpa kepercayaan mereka Ganjar tidak akan bisa menjadi pemimpin yang seperti sekarang ini.

Keluarga adalah organisasi terkecil di muka bumi ini, maka keberhasilan seorang pemimpin itu dapat dilihat dari bagaimana dia memperlakukan anak dan istrinya. Ganjar sangat bersyukur memiliki Alam dan Atikoh, keduanya adalah harta dan kebahagiaannya. Mereka adalah support systemnya dalam mengemban amanah besar dari rakyat. Anak dan istri Ganjar itu kunci utama dari keberhasilannya memimpin rakyat, dan akan begitu sampai nanti.

Nikmatul Sugiyarto 

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.